Anak Usaha PP Garap Proyek SPAM Pekanbaru-Kampar Rp 1,6 T

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 03 Sep 2019 15:05 WIB
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta - PT PP (Persero) Tbk melalui anak perusahaannya PT PP Infrastruktur telah menerima Surat Keputusan Penetapan Pemenang Pengadaan Badan Usaha Kerjasama Penyelenggaraan SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) Lintas Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar, Senin (2/9). Konsorsium PPMV (PT PP Infrastruktur, Maynilad Water Services Inc dan PT Varsha Zamindo Lestari) merupakan badan usaha yang dibentuk untuk membangun dan mengelola SPAM Lintas Kota Pekanbaru-Kabupaten Kampar.

SK Penetapan Pemenang Pengadaan Badan Usaha Kerjasama Lintas Kota Pekanbaru-Kabupaten Kampar diberikan oleh Direktur PT SPR Nasir Day, yang telah ditunjuk sebagai penyelenggara SPAM Regional Provinsi Riau oleh Gubernur Riau, dan diterima oleh Direktur Operasional PT PP Infrastruktur Satya Priambodo, sekaligus sebagai kuasa resmi Konsorsium PPMV.

PT PP Infrastruktur adalah perusahaan investasi, anak usaha PT PP (Persero) Tbk BUMN yang bergerak di pembangunan dan pengelolaan infrastruktur seperti jalan tol, kawasan industri, pelabuhan, bandara, fiber optic, dan air minum, di mana saat ini proyek air minum merupakan salah satu bisnis utama PT PP Infrastruktur.


SPAM Lintas Kota Pekanbaru Kab. Kampar akan melayani +/- 624.000 jiwa (sekitar 102.000 sambungan rumah) di 5 kecamatan yaitu Tampan, Bukit Raya, Marpoyan Damai, Siak Hulu, dan Tambang dengan peningkatan cakupan layanan 0% di area pelayanan, menjadi 55% (greenfields) dengan sumber air baku adalah Sungai Kampar. Standar kualitas air adalah air minum sampai di rumah pelanggan, dengan pelayanan 24 jam/hari.

Total nilai investasi yang akan digelontorkan oleh Konsorsium PPMV sebesar Rp 1,6 triliun, yang akan meliputi pembiayaan pembangunan Instalasi Pengolahan Air kapasitas output 1000 lpd, beserta seluruh bangunan kelengkapannya, pembangunan pipa transmisi, pembangunan seluruh jaringan distribusi di area pelayanan, serta membantu kedua PDAM untuk peningkatan kinerja dengan adanya twinning program.

Kerja sama ini akan berlangsung selama 30 tahun antara Konsorsium PPMV dan Divisi Air PT Sarana Pembangunan Riau, PDAM Tirta Siak Kota Pekanbaru dan PDAM Tirta Kampar Kabupaten Kampar. Pembangunan SPAM Lintas Kota Pekanbaru-Kabupaten Kampar direncanakan akan dimulai pada tahun 2020 dan diharapkan air minum akan mengalir sampai di rumah pelanggan secara bertahap mulai di tahun 2021.

Kontrak Baru

Sampai dengan Juli 2019, Perseroan berhasil membukukan kontrak baru sebesar Rp 15,9 triliun. Pencapaian kontrak baru sebesar Rp 15,9 triliun tersebut terdiri dari kontrak baru Induk Perseroan sebesar Rp 14,04 triliun dan Anak Perusahaan sebesar Rp 1,931 triliun. Beberapa proyek besar yang berhasil diraih Perseroan sampai dengan bulan Juli 2019, antara lain: RDMP RU V Balikpapan Lanjutan di Kalimantan Timur sebesar Rp 5,88 triliun, Tol Indrapura-Kisaran di Sumatera sebesar Rp. 3 triliun, Smelter Kolaka Tahap 1 dan 2 sebesar Rp 700 miliar, Lamongan Shorebase 676 miliar, Pesantren Mualimin Yogya sebesar Rp 470 miliar, Pekerjaan Tambah Runway Soetta Sec. 1 sebesar Rp 455,975 miliar, Kereta Api Makassar Pare-Pare sebesar Rp 450 miliar, Sapras SPBU Rest Area sebesar Rp 334 miliar, Landmark Telkom University sebesar Rp 292 miliar, RSUD Soreang sebesar Rp 269 miliar, Infrastruktur Tol Bakauheni sebesar Rp 235 miliar.

"Manajemen optimis target kontrak baru Perseroan sampai dengan akhir tahun akan tercapai sebesar Rp 50 triliun," Lukman Hidayat Direktur Utama PTPP.


Sampai dengan Juli 2019, perolehan kontrak baru dari BUMN mendominasi perolehan kontrak baru perseroan dengan kontribusi sebesar Rp 10,44 triliun atau 65,3%, disusul oleh Swasta sebesar Rp 4,93 triliun atau 30,86% dan APBN sebesar Rp 601 miliar atau 3,76% dari total perolehan kontrak baru.

Sedangkan, perolehan kontrak baru berdasarkan jenis atau tipe pekerjaan, yaitu Gedung sebesar 22,6%, Power Plant sebesar 22,6%, Jalan & Jembatan sebesar 21%, Oil & Gas sebesar 15,6% dan Industri sebesar 8,2% yang merupakan 5 (lima) kontributor utama dari portofolio kontrak baru Perseroan sampai dengan Juli 2019. Sisanya dikontribusi oleh Pelabuhan sebesar 4%, bandara sebesar 3%, dan kereta api sebesar 3%.

Simak Video "PTPP Digugat PKPU Hampir Rp 2 Miliar"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)