Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 11 Sep 2019 14:25 WIB

Insinyur RI Setara Asing, Jokowi: Saya Senang

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Hendra Kusuma/detikcom Foto: Hendra Kusuma/detikcom
Jakarta - Presiden Jokowi meluapkan kegembiraannya saat membuka Konferensi Organisasi Insinyur se-ASEAN (CAFEO) ke-37 di Jakarta. Kegembiraan kepala negara lantaran para insinyur tanah air dan juga se-ASEAN sudah memiliki standar kompentensi yang sama.

"Saya senang telah terdapat muncul recognition agreement di antara insinyur-insinyur di ASEAN sehingga terdapat standar kompetensi yang sama di antara negara," kata Jokowi saat membuka CAFEO ke-37 yang dihadiri 1.000-an insinyur se-ASEAN di JIEXPO, Kemayoran, Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Di hadapan sekitar 1.000-an insinyur se-ASEAN ini, Jokowi menjelaskan perjanjian tersebut memungkinkan mobilitas para insinyur lintas negara di ASEAN lebih mudah.

"Kerja sama antar insinyur di ASEAN ini penting untuk terus ditingkatkan dan saya yakin setiap negara ASEAN punya kekuatan masing-masing," jelasnya.

Jokowi berharap ASEAN Federation of Engineering Organizations (AFEO) bisa memfasilitasi anggotanya untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan.


Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Heru Dewanto mengungkapkan Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2019 tentang Peraturan Pelaksanaan UU Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran ini bisa menjadi landasan kuat untuk mengembangkan profesi keinsinyuran, salah satunya standar kompetensi.

"Inilah pintu masuk kami untuk menyusun database keinsinyuran pertama di Indonesia yang akan berisikan lebih dari 1 juta talenta-talenta terbaik bangsa, tentu nama Bapak Ir. Joko Widodo ada di dalamnya. Lengkap dengan klasifikasi dan standar kompetensinya," ujar Heru.

Untuk diketahui, PII bersama Indonesian Accreditation Board for Engineering Education (IABEE) berhasil membawa Indonesia menjadi anggota Washington Accord. Artinya lulusan sarjana (S1) program studi teknik yang telah diakreditasi IABEE setara dengan lulusan prodi teknik di negara-negara anggota Washington Accord.

The Washington Accord (WA) adalah suatu konvensi atau perjanjian internasional, yang ditandatangani sejak 1989, antara lembaga/badan/institusi pelaksana akreditasi program pendidikan tinggi keinsinyuran (keteknikan) di negara-negara anggotanya. Perjanjian tersebut adalah untuk saling mengakui dan menyetarakan jenjang pendidikan tinggi dalam rangka menghasilkan insinyur profesional di bidang tertentu.



Simak Video "Istana Beberkan Awal Mula dan Tugas Wakil Panglima TNI"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com