Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 13 Sep 2019 18:28 WIB

RI-Jepang Teken Kerja Sama Proyek Kereta Kencang JKT-SBY Pekan Depan

Trio Hamdani - detikFinance
Prototipe Kereta Kencang INKA Foto: Dok. INKA Prototipe Kereta Kencang INKA Foto: Dok. INKA
Jakarta - Indonesia dan pihak Jepang akan melakukan Memorandum of Understanding (MoU) atau penandatanganan nota kesepahaman mengenai proyek Kereta Kencang Jakarta-Surabaya (JKT-SBY).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, penandatanganan akan dilakukan minggu depan. Setelah itu desain proyek akan diselesaikan dalam waktu satu tahun.

"Kita minggu depan akan MoU, dan kita akan selesaikan dalam 1 tahun desainnya," kata dia di JCC, Jakarta, Jumat (13/9/2019).


Budi dalam kesempatan lain pernah mengatakan, pihak Jepang meminta waktu dua tahun untuk studi kelayakan (feasibility study/FS) dan pembebasan tanah. Namun pemerintah meminta lebih dipersingkat waktunya jadi setahun.

"Mereka minta pembebasan tanah sama FS tuh dua tahun. Kita minta lebih pendek, kalau bisa satu tahun," ungkap Budi belum lama ini.


Hingga kini memang belum ada komitmen resmi hitam di atas putih antara Indonesia dengan Jepang mengenai proyek tersebut. Pihak Jepang sendiri baru melakukan studi kelayakan proyek itu.

Rencananya terkait pendanaan, Indonesia akan menerima kucuran modal dari Japan International Cooperation Agency (JICA). Namun untuk nilai investasinya masih belum ditentukan.

Simak Video "Melihat Lagi BJ Habibie Bicara tentang Infrastruktur Negeri"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com