Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 16 Sep 2019 22:32 WIB

1.992 Perlintasan 'Menghadang' Laju Kereta Kencang JKT-SBY

Trio Hamdani - detikFinance
Perlintasan Kereta/Foto: Rengga Sancaya Perlintasan Kereta/Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan studi kelayakan proyek Kereta Kencang Jakarta-Surabaya (JKT-SBY). Sejauh ini diketahui ada banyak perlintasan sebidang pada jalur kereta kencang tersebut.

Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Zulfikri mengatakan, jumlah perlintasan sebidang dihitung ada 1.992 alias nyaris 2.000.

"Kita mau melihat detail lokasi per lokasi. Ada hitungan ada sekitar 1.992 perlintasan," kata dia di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (16/9/2019).


Menurutnya ada upaya yang akan dilakukan agar jumlah perlintasan sebidang menjadi lebuh sedikit. Paling tidak jumlahnya bakal dikurangi menjadi hanya tinggal 400an.

"Ini mau seperti apa, mau kita switch jadi 400-an," sebutnya.

Banyaknya perlintasan sebidang ini pun bakal mempengaruhi besaran investasi yang akan disuntikkan ke proyek tersebut. Itu digunakan untuk membangun underpass hingga flyover guna meminimalisir perlintasan sebidang.

"Kan katakanlah masih ada perlintasan sebidang, mau kita bikin tidak sebidang. Sekarang lagi menghitung itu. Struktur untuk flyover atau underpass seperti apa," jelasnya.


Indonesia dan pihak Jepang pun akan melakukan Memorandum of Understanding (MoU) atau penandatanganan nota kesepahaman mengenai proyek Kereta Kencang Jakarta-Surabaya. MoU tersebut dalam rangka menyelesaikan studi kelayakan.

"Ini MoU dalam rangka kesepakatan teknis untuk menyelesaikan FS. Jadi konsultan bekerja dengan kepastian di dalam kesepakatan ini," tambah dia.

Simak Video "Kuy, Kita Main ke Kampung Keroncong!"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com