Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 17 Sep 2019 11:21 WIB

Papua Kekurangan Bandara Perintis, Menhub: Kita Sudah Berusaha

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Pesawat perintis Dimonim Air hilang kontak di Papua. (Istimewa) Foto: Pesawat perintis Dimonim Air hilang kontak di Papua. (Istimewa)
Jakarta - Masyarakat Papua Barat mengeluhkan kurangnya pembangunan bandara perintis. Masyarakat mengklaim pemerintah pusat, termasuk Kementerian Perhubungan kurang hadir.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan bahwa pihaknya sudah berusaha menggenjot konektivitas udara di sana. Bahkan Budi menyebut bandara perintis yang dibangun Kemenhub sudah sebanyak 300 bandara.

"Sebenarnya kita sudah berusaha. Bandara kita itu sudah 300-an lebih di sana," kata Budi di kantornya, Selasa (17/9/2019).


Katanya, kalau memang masih ada komplain, Kemenhub akan mengalokasikan dana pembangunan untuk membangun bandara perintis di Papua. Budi juga mengatakan setiap tahun ada setidaknya 10 bandara perintis dibangun.

"Jadi kalau masih ada komplain, ya kita dengan dana pembangunan akan kita lakukan pembangunan-pembangunan. Setiap tahun kita lebih dari 10 bandara kok," kata Budi.


Sebelumnya, Wagub Papua Barat Mohammad Lakotani meminta agar pemerintah dapat menjadikan pembangunan bandara di Papua Barat jadi prioritas, khususnya bandara perintis yang hubungkan daerah terpencil di sana.

"Bangun bandara perintis ini kita mohon untuk jadi prioritas, entah di Kemenhub atau di mana. Bandara perintis itu rata-rata dibangun oleh misionaris, ini yang dibilang pemerintah kurang hadir," ungkap Lakotani di Hotel Santika, Ambon, Kamis (12/9/2019).

Simak Video "Pembebasan Lahan Proyek KA Makassar-Parepare Segmen 3 Digeber!"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com