Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 19 Sep 2019 16:28 WIB

25 Km Jalan Tol Japek Layang Mau Pakai Aspal Karet

Vadhia Lidyana - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Bekasi - Progres pembangunan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) atau Tol Layang Japek sudah mencapai 96,5%. Untuk progres pengaspalan jalannya sudah mencapai 30% menggunakan aspal biasa.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, sisa 70% dari jalan tersebut, yakni sepanjang 25,76 kilometer (km), akan menggunakan aspal karet untuk menyerap karet rakyat.

"Jadi saya minta ke Pak Djoko, ini kan aspalnya 36,8 km baru diaspal sekitar 10 km, 30%. Saya minta sisanya dengan aspal karet. Supaya menyerap karet rakyat. Yang di Sumatera Selatan itu dipakai di sini supaya menyerap karetnya," terang Basuki ketika mengunjungi proyek pembangunan Tol Layang Japek km 37, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Selain menyerap karet rakyat, kata Basuki, dari segi kualitas juga aspal karet lebih baik. Usianya pun lebih awet.

"Lebih bagus, karena dia lebih fleksibel jadi durability-nya (daya tahan) bagus. Kalau aspal biasa misalnya 10 tahun, aspal karet 15 tahun," tutur Basuki.

Menambahkan hal tersebut, Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto mengatakan, aspal karet lebih kuat menahan suhu panas dan tak mudah retak.

"Jadi aspal biasa sekitar 48 derajat suhunya bisa membelendung aspalnya. Kalau sama karet dia lebih tahan. Titik didih naik, tidak 48 derajat tapi 50 derajat sekian," jelas pria yang akrab disapa Sugi tersebut.

Lalu, Basuki mengungkapkan, ketersediaan karet dalam negeri menurutnya cukup untuk memasok protek Tol Layang Japek ini.

"Cukup. Justru saya mau pakai itu karet ada produk dalam negeri. Ada dari Sumatera Selatan, Jambi, dan sebagainya," ucap Basuki.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) Djoko Dwijono menuturkan, pihaknya akan meninjau terlebih dahulu dari sisi ketersediaan aspal karet.

"Apa yang tadi disampaikan kan lebih awet, mugkin harganya juga sama. Akan kami minta kepada kontraktor untuk mencobanya. Kita lihat juga pasti, ada berapa, jumlahnya berapa, delivery-nya tepat waktu atau tidak. Pasti ada analisa. Kita kan juga butuh cepat nih, tentunya kita lihat dulu. Tapi tadi beliau bilang ada, akan kita lihat," pungkas Djoko.

Simak Video "Jangan Ngebut! Polisi Siap Terapkan Tilang Elektronik di Tol Layang Japek"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com