Pakai Uang Rakyat, Jembatan Musi IV Telan Dana Rp 553 Miliar

Yakob Arfin - detikFinance
Selasa, 08 Okt 2019 11:19 WIB
Foto: Dok, Kemenkeu
Jakarta - Penantian warga di sekitar Pasar Kuto dan Seberang Ulu akhirnya berbuah manis. Hari ini, Selasa (8/10) Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Luky Alfirman, menandatangani prasasti penanda aset dan closing SBSN Proyek Jembatan Musi IV. Proyek kerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tersebut, kini dirasakan manfaatnya oleh warga Palembang.

Perencanaan pembangunan Jembatan Musi IV telah dilakukan sejak tahun 2010, namun karena keterbatasan anggaran, konstruksinya baru dilaksanakan pada tahun 2015-2018 menggunakan dana APBN dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan total dana Rp553,57 miliar. Selama ini warga dari Kuto ke Ulu harus melintas di Jembatan Ampera.


"Jembatan Musi IV dibiayai melalui investasi masyarakat di instrumen pembiayaan Sukuk Negara dan ini adalah infrastruktur yang dibiayai oleh uang rakyat, uang kita bersama sehingga harus dimanfaatkan dan dirawat bersama dengan sebaik-baiknya", terang Luky dalam keterangan tertulis, Selasa (8/10/2019).

Jembatan tipe extradozed (perpaduan kabel dengan gelagar kotak/box girder) ini memiliki panjang 1.130 meter dan lebar 12 meter bertujuan mengurangi beban lalu lintas Jembatan Ampera dan meningkatkan konektivitas di Kota Palembang.

Diresmikan, Jembatan Musi IV Telan Dana Rp 533 MiliarFoto: Dok. Kemenkeu


Jembatan yang menghubungkan Ulu dan Ilir Kota Palembang ini pun memiliki daya tahan hingga 100 tahun dan lebih tahan gempa. Panjang jembatan lebih dari 1.300 meter dan telah menelan dana sekitar Rp 553 miliar selama pembangunan 4 tahun terakhir.


Pembangunan Jembatan Musi IV ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam beraktivitas dan sebagai bentuk pengelolaan APBN yang baik dan tepat untuk membangun infrastruktur Indonesia.

Simak Video "Cerita Misteri Jembatan Cirahong Peninggalan Belanda"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/hns)