Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 20 Des 2019 06:59 WIB

Blak-blakan Direktur Operasi II Waskita Karya

Tonton Blak-blakan Bos Waskita soal Tol Japek Layang Bergelombang

Hanif Mustafad, Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Direktur Operasi II Waskita Karya Bambang Rianto. Foto: Fadhly F Rachman
Jakarta - Direktur Operasi II Waskita Karya Bambang Rianto menjamin konstruksi jalan tol layang Jakarta-Cikampek (Japek Elevated) sepanjang 36,4 kilometer aman dan nyaman dilalui untuk semua jenis kendaraan.

Kalau pun dari kejauhan terlihat seperti bergelombang, hal itu semata karena mengikuti ketinggian sejumlah jembatan penyeberangan orang (JPO) maupun jalur simpang susun di bawahnya.

"Kalau ketinggiannya dibuat rata itu berarti 18 meter atau setara dengan gedung lantai lima. Bayangkan saja berada di ketinggian itu tanpa dinding, belum terpaan angin yang sangat kencang," kata Bambang yang biasa disapa BR kepada Tim Blak-blakan detikcom, Kamis (19/12).

Dia memaparkan proses pembangunan konstruksi tol Japek itu tergolong yang paling rumit karena harus menyesuaikan dengan berbagai kondisi di bawahnya. Selain ada seitar 200 ribu kendaraan yang bergerak setiap hari, ada 44 titik JPO serta Simpang Susun Cibitung dan Karawang setinggi 13 meter.

"Itulah mengapa pada saat bertemu JPO dan simpang susun ketinggiannya menyesuaikan, setelah melewatinya kembali normal," ujar Sarjana Teknik Sipil Universitas Borobudur itu.

Bambang juga memastikan kemiringan (kelandaian) jalan tak lebih dari 4% sesuai ketentuan dan kriteria jalan tol tipe 1 kelas 2 atau jalan tol dalam kota. Dari tiap titik kemiringan atau kelandaian, pengendara memiliki jarak pandang sepanjang 110 meter sehingga aman untuk memberi respons mendadak dalam batas kecepatan 60-80 km per jam.


Selain itu, tol layang ini didesain untuk mengakomodir gempa dengan memasang expansion joint tipe seismic joint per 180 meter. Hal itu antara lain dilakukan dengan memasang LRB (Lead Rubber Bearing) pada steal box girder.

Kerumitan lain selama proses konstruksi disebabkan oleh kondisi adanya proyek kereta cepat Jakarta-bandung, Lintas Rel Terpadu (LRT), dan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET).

PT Waskita Karya sendiri menjadi pelaksana konstruksi jalan tol layang Japek dari Cikunir hingga Cikarang atau dari km 9,5 sampai km 28. Setelah itu dari km 28 sampai Karawang Barat dilaksanakan oleh PT Acset Indonusa.

Pada bagian lain, Bambang mengungkapkan Waskita Karya akan membangun dua jalur tol lain untuk menuju Bandung, yakni Japex Selatan (Jati Asih - Sadang) dan Sukabumi - Padalarang. Paparan selengkapnya, Simak Blakblakan Direktur Operasional II Waskita Karya Bambang Rianto,"Tol Japek Elevated Aman" di detikcom, Jumat (13/12/2019).



Simak Video "Blak-blakan Bos Waskita: Konstruksi Tol Japek Elevated Aman"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com