Operasional Nyaris Sebulan, Pendapatan LRT Jakarta Masih Minim

Soraya Novika - detikFinance
Jumat, 20 Des 2019 19:06 WIB
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Operasional komersial moda transportasi Lintas Rel Terpadu (LRT) Jakarta sudah nyaris genap sebulan, namun pendapatannya masih di kisaran Rp 370,9 juta.

"Ya di kisaran segitu lah ya kira-kira," ujar Direktur Keuangan & Pengembangan Bisnis LRT Jakarta - Rudy Hartono ditemui di Aston Sentul Lake, Bogor, Jumat (20/12/2019).

Angka itu didapat berdasarkan total penumpang LRT Jakarta dari 1 Desember-17 Desember 2019 yang baru mencapai 74.187 orang dikalikan dengan tarif flat Rp 5.000 di seluruh stasiun.


Akan tetapi, untuk pendapatan di luar tiket penumpang, Rudy enggan banyak komentar. Menurutnya, data pendapatan di luar tiket penumpang belum terkoleksi secara matang, sehingga data pendapatan sementara yang dapat disampaikan baru mencakup tiket penumpang saja.

"Bukan tidak ada pendapatan di luar tiket, ada sih, tapi masih minim sekali dan belum dirapikan, jadi saya belum bisa share angkanya dulu," katanya.

Lagi pula, upaya menyedot pendapatan di luar tiket juga masih terbilang baru digenjot oleh pihak PT LRT Jakarta sebagai operator.

"Kan kita juga baru jalan juga, baru pada tahap mem-bidding berbagai pihak untuk buka tenantnya di stasiun kita, pasang iklan juga, dan lainnya, jadi pendapatan dari sana ya masih sedikit sekali," ucapnya.

Jika dibandingkan dengan modal pembangun LRT Jakarta sendiri tentu pendapatan tersebut memang terbilang minim.

Berdasarkan keterangan pihak pengelola LRT Jakarta yaitu PT Jakarta Propertindo (Jakpro), biaya yang telah digelontorkan untuk pembangunan proyek LRT sepanjang 5,8 kilometer (km) tersebut mencapai Rp 5,3 triliun.


Biaya itu terdiri dari ongkos pembangunan depo untuk seluruh jalur LRT 110 km sebesar Rp 2,6 triliun, dan sisanya sebesar Rp 2,7 triliun untuk pekerjaan jalur sepanjang 5,8 km.

Pekerjaan jalur tersebut juga dibagi lagi menjadi pekerjaan sipil dan sistem. Dengan jalur yang dibangun melayang, maka pekerjaan sipil jalur LRT Jakarta membutuhkan biaya sebesar US$ 29 juta/km atau sekitar Rp 406 miliar/km (kurs Rp 14.000), di luar biaya sistem yang sebesar US$ 7,9 juta.

Simak Video "LRT Jakarta Resmi Beroperasi Mulai 1 Desember, Tiketnya Rp 5.000"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)