Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 03 Jan 2020 11:59 WIB

Basuki: Naturalisasi atau Normalisasi, Sungai Harus Dilebarkan!

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. (Andhika Prasetia/detikcom).
Jakarta - Pengelolaan sungai Jakarta jadi sorotan di tengah bencana banjir besar yang melanda beberapa hari terakhir. Dalam mengelola sungai terjadi silang pendapat antara dua pemimpin.

Di zaman Presiden Joko Widodo (Jokowi), dikenal istilah normalisasi yaitu menambah kapasitas sungai dan memperkuat pinggir sungai dengan beton. Sedangkan di zaman Anies Baswedan dikenal naturalisasi, cara Anies tidak menggunakan beton.

Namun bagi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dua metode ini sama saja. Sama-sama melebarkan sungai untuk menambah kapasitasnya. Menurutnya mau naturalisasi atau normalisasi, pelebaran sungai tetap mesti dilakukan.

"Mau namanya naturalisasi mau normalisasi sama semua. Sungai tetap butuh dilebarkan," kata Basuki ditemui di Kantor Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jakarta Pusat, Jumat (3/1/2020).


Menurutnya pelebaran dilakukan demi menambah kapasitas sungai untuk menampung air. Terlebih dalam menghadapi luapan air yang besar saat musim hujan.

"Di video pak Anies juga sama sungai dilebarkan. Semua dibikin supaya penampung air lebih banyak," ungkap Basuki.

Menurutnya, dia enggan berdebat soal metode pengelolaan sungai. Yang jelas menurutnya sungai memang harus dilebarkan. "Saya nggak mau debat lah. Nggak dididik untuk debat saya tuh," ungkap Basuki.



Simak Video "Pemprov DKI Segera Jalankan Normalisasi dan Naturalisasi Sungai"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com