Terungkap! Ini Biang Kerok Banjir di Kampung Pulo

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 03 Jan 2020 16:18 WIB
Foto: Banjir di RT 08/RW02 Kampung Pulo. Foto diambil sekitar pukul 10.00 WIB, Selasa (6/2/2018).
Jakarta - Normalisasi kali dinilai jadi solusi utama mencegah banjir di Jakarta. Namun, menurut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan normalisasi kurang tepat, karena meski proyek sudah berjalan masih saja ada daerah yang banjir.

Salah satunya adalah daerah Kampung Pulo yang bantarannya sudah dinormalisasi, banjir masih terjadi di sana. Apa penyebabnya?

Basuki menjelaskan banjir masih terjadi karena belum semua wilayah dinormalisasi. Menurutnya saat air mengalir deras dan besar, wilayah yang dinormalisasi tidak meluap airnya. Namun, saat air melewati wilayah yang belum dinormalisasi, air meluap ke daratan. Ujungnya air pun ikut menggenang hingga ke wilayah yang sudah dinormalisasi.

"Jadi gini saya udah datangi, jadi ada sungai kan Ciliwung, ada jembatan nih. Nah yang ini sudah dinormalisasi yang sebelahnya belum, sekitar SMA 8 apa ya. Sehingga dia tembus airnya," ungkap Basuki di kantor Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jumat (3/1/2020).


"Kemudian dia muter ke daerah yang sudah normalisasi maka banjir," katanya.

Basuki memastikan tidak ada air yang meluap dan melewati tanggul parapet alias tanggul bantaran kali yang dibuat pemerintah.

"Tapi nggak melintas, nggak melintasi parapet yang kita bikin. Jadi ya karena memang belum semuanya selesai ini, begitu kejadiannya," kata Basuki.



Simak Video "Curhat Warga Kampung Pulo, Kebanjiran 8 Kali di Tahun 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)