RI-Arab Mau Bangun Pelabuhan Rp 16,8 Triliun di Gresik

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 08 Jan 2020 18:57 WIB
Bos Maspion Group Alim Markus/Foto: Rois Jajeli
Jakarta - Bos Maspion Group, Alim Markus mengungkapkan segera memulai proyek pelabuhan dengan perusahaan Uni Emirat Arab (UEA). Nilai proyek itu sekitar US$ 1,2 miliar atau setara Rp 16,8 triliun (dengan kurs Rp 14.000).

Pelabuhan itu dibangun di kawasan industri Maspion di Gresik, Jawa Timur. Kapasitas pelabuhan itu hingga 3 juta teus.

"Kita kerja samanya dengan DP World," tutur Alim di Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Rabu (8/1/2020).

Investasi ini merupakan bagian kerja sama UEA-Indonesia sebesar US$ 18,8 miliar atau berkisar Rp 263 triliun yang akan diteken Presiden Joko Widodo di Abu Dhabi, 13 Januari 2020.


"Kalau proyek kita sendiri yg sudah pasti ini US$ 1,2 miliar di dalam US$ 18,8 miliar. Untuk pelabuhan di kawasan industri Maspion di Gresik, kita udah teken agreement yang 3 juta teus," ungkap Alim.

Alim menyatakan kerja sama ini akan dilakukan dengan Dubai Port World. "Kita kerja samanya dengan DP World," ucapnya.

Kemudian, Alim pun mengatakan dia akan turut serta rombongan pemerintah yang menuju ke UAE untuk meneken kerja sama investasi US$ 18,8 miliar.

"Tanggal 10 saya sama Pak Welly Muliawan CFO Maspion Group ke Dubai. Terus langsung naik kereta cepat saya tanggal 11-nya ke Abu Dhabi saya nanti ketemu sama pak Jokowi, saya menyambut. Jadi yang ini kita membicarakan teken agreement yang 3 juta teus juga," ungkap Alim.

RI-Arab Mau Bangun Pelabuhan Rp 16,8 Triliun di Gresik

Selanjutnya
Halaman
1 2