'Kawin', MRT-KAI Bakal Kelola 72 Stasiun di Jabodetabek

Vadhia Lidyana - detikFinance
Jumat, 10 Jan 2020 10:10 WIB
Ilustrasi/Terowongan Kendal Dukuh Atas/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) dan PT MRT Jakarta (Perseroda) membuat perusahaan patungan atau joint venture dengan nama PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menuturkan, perusahaan itu akan bertugas sebagai penyambung seluruh moda transportasi di Jabodetabek dengan mengelola 72 stasiun di wilayah-wilayah tersebut.

"JV (joint venture) ini nantinya akan jadi kendaraan bagi kita. Untuk perencanaan perintegrasian moda transportasi, KCI, Railink, dan 72 stasiun di Jabodetabek akan di bawah kendalinya," kata Anies di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (9/1/2020).


Selain itu, perusahaan ini juga akan membuat tiket integrasi layaknya Jak Lingko. Menurut Anies, ketika membuat Jak Lingko saja angka pengguna transportasi di Jakarta tahun 2029 menjadi 700.000 penumpang per hari. Padahal, di tahun 2017 angkanya baru menyentuh 338.000 penumpang per hari.

"Itu angkanya sudah double, padahal baru mengintegrasikan angkutan darat, belum kereta api," jelas Anies.

Harapannya, dengan integrasi tersebut, jumlah pengguna transportasi umum di Jabodetabek yang baru 25%, meningkaenjadi 75% di tahun 2030.

"Harapannya di 2030 kita akan bisa membalikkan keinginan kita menjadi 75-25%. Ya minimal 60-40% menggunakan transportasi umum. Nanti kita lihat apakah kita bisa mencapai 75%," ucap Anies.



Simak Video "Akibat Corona, Proyek MRT Bundaran HI-Harmoni Molor"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)