Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 25 Jan 2020 15:00 WIB

Bakal Ada LRT Wira-wiri di Bali, Ini Penjelasan Pemprov

Tim detikcom - detikFinance
Ilustrasi LRT/Foto: Dok. LRT Palembang
Jakarta -

Pemerintah melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tengah mempersiapkan pembangunan Light Rail Transit atau LRT di Bali. Tujuannya untuk mengurangi kepadatan di bandara.

Komitmen pembangunan tersebut dipercepat melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PT Nindya Karya dengan Korea Overseas Infrastructure & Urban Development Corporation (KIND) serta Korea Rail Network Authority (KRNA).

Pembangunan proyek LRT sepanjang 3,5 kilometer (km) ini akan dilakukan di ruas Bandara I Gusti Ngurah Rai demi mengurangi kepadatan kendaraan di sana. Merespons kerja sama tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali, melalui Kepala Dinas Perhubungan IGW Samsi Gunarta memberi penjelasan lewat keterangan tertulis yang diterima detikcom, Sabtu (25/1/2020). Berikut petikannya:


Menanggapi berita rencana pembangunan LRT di Bali bisa, kami sampaikan beberapa hal sebagai berikut:

1. LRT Bandara ke Kuta yang ramai diberitakan media online ada dalam status selesainya penandatanganan nota kesepahaman antara PT AP I dengan PT NK (Nindya Karya) menggandeng Korea National Railway Authority (KRNA) sebagai penyandang dana dan penyedia teknologi.

2. Ketiga Perusahaan ini akan membentuk konsorsium untuk membangun shuttle train dari Bandara ke propertinya PT AP1 yang berlokasi di Depan Hotel Jineng (Sunset Road, dekat Patung Dewa Ruci). shuttle ini direncanakan melintas di bawah tanah melalui Kuta dengan panjang lintasan kira2 5.4 km.

3. Di depan Hotel Jineng, PT Angkasa Pura 1 berencana membangun gedung yang akan digunakan sebagai area city Check in. Lokasi ini akan terkoneksi langsung dengan Kereta ringan ART yang dipersiapkan PT KAI untuk melayani kota ke Sanur.

4. LRT belum ada proses permohonan persetujuan secara resmi tetapi rencana ini sudah dikonsultasikan kesesuaiannya dengan rencana induk daerah dan nasional kepada Dishub.

5. Sesuai draft masterplan kita, LRT ini direncanakan menyusuri sisi barat menuju Legian, Seminyak, Canggu, Puspen Badung, ke Mengwi. Lintasan ini merupakan usulan dari Kab Badung. Kab Badung sendiri menginginkan LRT ini dapat menerus ke Ubud (sedang kami telaah integrasinya dengan rencana KA penghubung Denpasar-Buleleng)

6. Proses selanjutnya adalah pihak AP I-NK-KRNA akan menghadap Pak Gubernur untuk menyampaikan rencana.

7. Di sisi lan (Sisi Timur) dari Jineng mengarah ke Imam Bonjol-Teuku Umar-Renon-Sanur sedang dilakukan studi lintasan ART oleh PT KAI sekaligus dalam menyusun FS. PT KAI sudah mendapatkan persetujuan prinsip dari Gubernur Bali untuk menyusun FS yang akan diajukan kembali untuk usulan trase.

8. Kemungkinan PT KAI merencanakan bekerja sama dengan China Railway Rollingstock Corporations (CRRC), sebagai penyedia teknologi). Mereka belum merampungkan konsorsium karena menunggu FS selesai.



Simak Video "Layangan Tradisional Bali, Bali"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com