Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 30 Jan 2020 19:45 WIB

Adhi Karya dan Kontraktor Jepang Garap Jalur MRT HI-Harmoni

Soraya Novika - detikFinance
Foto-foto ini memperlihatkan para pekerja proyek MRT Jakarta yang bekerja siang malam hingga akhirnya transportasi massal kebanggan Indonesia itu resmi beroperasi. Ilustrasi/Foto: Istimewa/Instagram MRT Jakarta
Jakarta -

Pembangunan jalur mass rapid transit (MRT) Jakarta fase II dari Bundaran Hotel Indonesia (HI)-Kampung Bandan sepanjang 6,3 kilometer (km) siap dibangun Maret 2020 mendatang.

"Di tahun 2020 ini kita akan meneruskan pekerjaan fase kedua, dari Bundaran HI menuju ke Kota, dan selanjutnya ke Ancol Barat. Jadi secara fisik di mulai (pembangunan) Maret ya," ujar Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar di Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Menurut William, pihaknya sudah menemukan kontraktor untuk menggarap proyek tersebut, tinggal menunggu proses tanda tangan kontrak dan siap dilanjutkan ke tahap pembangunan.

"Kontraktornya sudah ditetapkan, sudah mendapatkan penetapan pemenang, dan juga sudah disetujui oleh pihak JICA (Japan International Cooperation Agency), dan kita sedang dalam proses tanda tangan kontrak," tambahnya.

Untuk tahap awal pembangunan MRT Fase II ini, pihaknya akan mulai membangun dari paket CP 201 yang menghubungkan Bundaran HI dengan Harmoni.

Direktur Konstruksi MRT Jakarta Silvia Halim mengungkapkan biaya pembangunan paket CP 201 fase II ini mencapai Rp 4,1 triliun.

Ia menambahkan bahwa pembangunan panel ini telah dimenangkan oleh konsorsium Shimitsu Kobayashi dan PT Adhi Karya (Persero).

"Kontraktor yang memenangkan paket joint venture ini adalah Shimizu dan Adhi Karya dengan nilai totalnya Rp 4,1 T untuk pembangunan ini," ungkap Silvia.

Rencananya penandatanganan kontrak dengan kedua konsorsium tersebut bakal terlaksana pada Februari 2020 mendatang.

"Setelah letter of award kita penandatanganan kontrak di pertengahan Februari nanti dan nanti kontraktor bisa memulai pekerjaan mereka di Maret," imbuhnya.

Sedangkan, untuk total pembangunan seluruh paket Fase II MRT Jakarta ini membutuhkan dana hingga Rp 22,5 triliun.

Jumlah itu jauh lebih besar dibanding fase I rute Lebak Bulus-Bundaran HI (16 km) yang sebesar Rp 16 triliun, padahal panjang jalur MRT fase II hanya sepanjang 6,3 km.

Nah, untuk skema pembiayaan pembangunan fase II ini akan dibiayai oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui dana pinjaman Pemerintah Jepang lewat Japan International Cooperation Agency (JICA).

Adhi Karya dan Kontraktor Jepang Garap Jalur MRT HI-Harmoni


Simak Video "Geger Corona, Pendeteksi Suhu Akan Dipasang di Stasiun MRT"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com