Pemerintah Mau Tambah 21 KM Jalan Akses Baru di Bogor

Soraya Novika - detikFinance
Senin, 03 Feb 2020 20:00 WIB
Sejumlah alat berat digunakan untuk membuka akses jalan longsor di Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (7/1/2020). Presiden Joko Widodo menginstruksikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) segera memperbaiki jalur dan membuka akses untuk desa-desa di Sukajaya, Kabupaten Bogor yang terisolasi akibat bencana tanah longsor yang terjadi sejak Rabu (1/1/2020). ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/foc.
Foto: ANTARA FOTO/Arif Firmansyah
Jakarta -

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah membuka akses jalan yang sebelumnya tertutup material longsor. Seperti diketahui, bencana menerjang beberapa kecamatan di Kabupaten Bogor, seperti Sukajaya, Nanggung, Jasinga, dan Cigudeg pada awal Januari 2020 lalu.

Kepala Seksi Preservasi dan Peralatan Jalan I Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VI Kementerian PUPR, Nunu Nugraha mengatakan, sepanjang 35,96 kilometer akses jalan yang sebelumnya terputus kini telah berhasil dibuka.

Akan tetapi, karena masih banyaknya akses jalan lainnya di wilayah tersebut yang kurang memadai, Kementerian PUPR pun berinisiatif membuka akses jalan baru demi lancarnya mobilitas warga di sana.

"Ada tambahan permintaan dari Bupati, sesuai surat Bupati tanggal 31 Januari 2020, jadi akses sampai kampung ini sudah terbuka semua, tapi ada tambahan jadi ada 6 Km tambah 15 Km, total 21 Km," ujar Nunu ditemui di Bogor, Senin (3/1/2020).

Jalan tersebut merupakan akses kampung yang sebelumnya tertutup material longsor sepanjang 6 kilometer dari Kantor Desa Cisarua, Leuwi Jamang, dan Lebak Sanap.

Kemudian akses dari Desa Cisarua ke Kampung Cisalak, Sarongge, sampai Cihar sepanjang 15 kilometer.

Namun hingga kini belum diketahui berapa titik longsor di sepanjang jalan tersebut. Selain itu, terdapat 2 jembatan dengan bentang 12 meter dan 30 meter yang dilaporkan putus karena longsor.

Kendala lainnya adalah lebar ruas yang hanya 2-2,3 meter, sedangkan lebar alat berat mencapai 3 meter. Hal itu membuat jalan tidak dapat dilalui alat berat. Atas kendala tersebut, proses penambahan akses jalan baru tersebut membutuhkan pengerjaan lebih kurang 2 bulan lamanya.

"Pembukaan akses jalan ini diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 2 bulan lah," pungkasnya.

Sebagai informasi, adapun seluruh akses jalan yang sudah berhasil dibuka adalah ruas jalan Desa Sukamulih-Desa Pasir Madang (2,3 km) sebanyak 9 titik longsor, Desa Pasir Madang-Desa Cileuksa (5,3 km) sebanyak 20 titik longsor, Desa Pasir Madang-Kampung Cibarani (3 km) sebanyak 22 titik longsor, Kampung Cileuksa Utara-Kampung Cileuksa Hilir (3,5 km) sebanyak 8 titik longsor, Desa Harkatjaya-Desa Kiarapandak (2,36 km) sebanyak 16 titik longsor, Desa Kiarapandak-Desa Kiarasari (9,89 km) sebanyak 11 titik longsor.

Selanjutnya, Kampung Parigi-Kampung Banar (1,16 km) sebanyak 8 titik longsor, Kampung Pasir Walang-Desa Pasir Madang (5,1 km) sebanyak 10 titik longsor, Kampung Babakan Ciberani-Desa Cisarua (2,15 km) sebanyak 9 titik longsor, Kampung Babakan Ciberani-Kampung Cibarani (1 km) sebanyak 7 titik longsor, dan Kampung Pasir Walang-Kampung Nyomplong (0,2 km) sebanyak 1 titik longsor.

Pemerintah Mau Tambah 21 KM Jalan Akses Baru di Bogor



Simak Video "Sempat Tertutup Longsor, Akses Jalan Majene-Mamuju Sudah Bisa Dilintasi"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)