Dibangun Sejak Maret 2019, Ini Progres Terkini MRT HI-Kota

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Selasa, 11 Feb 2020 10:18 WIB
Pembangunannya MRT Jakarta Fase II telah dimulai sejak 24 Maret 2019. MRT Jakarta Fase II akan menghubungkan Bundaran HI-Kota
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Pembangunan moda raya terpadu (MRT) Jakarta fase II telah dimulai pencanangannya sejak Maret 2019 lalu. Pencanangan pembangunan MRT jalur Bundaran Hotel Indonesia (HI) ke Kota ini dilakukan bersamaan dengan peresmian pengoperasian MRT fase I oleh Presiden Jokowi.

Pembangunan fase 2A koridor Utara-Selatan ini telah menyelesaikan paket kontrak pertamanya, yakni CP200. Paket pekerjaan pembangunan D-Wall untuk Gardu Induk (Recipient Substation) di Kawasan Monas ini telah selesai pada September 2019 lalu.

Pekerjaan selanjutnya adalah CP201 yang akan membangun terowongan lanjutan dari Stasiun Bundaran HI ke Stasiun Thamrin. Stasiun Thamrin direncanakan terletak di perempatan Jalan MH Thamrin dan Jalan Kebon Sirih.

Kontrak CP201 juga akan membangun dua terowongan ke Stasiun Monas, Stasiun Monas, dan dua terowongan ke Stasiun Harmoni. Shimizu dan Adhi Karya Joint Venture telah ditunjuk pada 24 Januari 2020 lalu untuk mengerjakan paket kerja tersebut dengan nilai kontrak sebesar Rp 4 triliun. Rencananya, pekerjaan akan dimulai pada Maret 2020 mendatang.

Pembangunan fase 2 sendiri terdiri dari dua tahap, yaitu tahap pertama fase 2A yang meliputi jalur utama sepanjang sekitar 5,8 km dengan enam stasiun bawah tanah (Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok) dan satu stasiun at grade (Kota). Hal ini mengacu kepada Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 1728 Tahun 2018 tentang Penetapan Lokasi untuk Pembangunan Jalur MRT koridor BHI-Kota.

Pembangunan jalur utama tersebut terdiri dari CP201, CP202 (Stasiun Harmoni, dua terowongan hingga Stasiun Sawah Besar, Stasiun Sawah Besar, dua terowongan hingga Stasiun Mangga Besar, dan Stasiun Mangga Besar), CP203 (dua terowongan hingga Stasiun Glodok, Stasiun Glodok, dua terowongan hingga Stasiun Kota, dan Stasiun Kota). Dalam fase 2A ini juga dilakukan penyediaan CP205 sistem perkeretaapian dan rel (railway systems and trackwork) serta CP 206 kereta (rolling stock).

Kedua, fase 2B yang terdiri dari Stasiun Kota, Mangga Dua, Gunung Sahari, dan Ancol hingga Depo di Ancol Barat sekitar 5,2 kilometer. Fase 2B ini masih dalam tahap studi kelayakan (feasibility study).

Selain membangun infrastruktur jalur utama kereta, pembangunan fase 2 juga akan meliputi penataan kembali area Jalan Gajah Mada-Jalan Hayam Wuruk dengan pelebaran akses pejalan kaki (trotoar) dan pesepeda. Penyediaan rak sepeda (bike rack) di setiap stasiun MRT Jakarta dan area turun naik penumpang (drop on/off) untuk bus non-BRT, mobil yang membawa penumpang prioritas, dan logistik juga disediakan.

Selain itu, dilakukan pembangunan kembali halte-halte BRT Transjakarta yang terintegrasi secara fisik ke akses masuk stasiun MRT Jakarta, seperti yang sudah dilakukan di Stasiun Bundaran Hotel Indonesia dengan Halte BRT Transjakarta Bundaran HI. Sejumlah gedung-gedung sepanjang koridor juga akan terintegrasi langsung dengan stasiun MRT Jakarta serta dapat digunakan sebagai area menurunkan penumpang (kiss and ride).

Dibangun Sejak Maret 2019, Ini Progres Terkini MRT HI-KotaFoto: Tim Infografis/Fauzan Kamil


Simak Video "Akibat Corona, Proyek MRT Bundaran HI-Harmoni Molor"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/das)