Korban Banjir di Pinggiran Ciliwung Bisa Ngungsi ke Rusunawa

Vadhia Lidyana - detikFinance
Rabu, 26 Feb 2020 13:09 WIB
Rusunawa Pasar Rumput dibangun dengan perpaduan antara kios pasar dan hunian. Yuk, lihat bagian dalam hunian di Rusunawa yang telah rampung pembangunannya ini.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Sejumlah titik di Jakarta tergenang banjir kemarin. Terutama bagi masyarakat yang tinggal di dekat sungai, seperti Sungai Ciliwung.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menuturkan, penanganan banjir di Ciliwung memang sudah menjadi target pemerintah sejak tahun 1973.

Namun, sampai saat ini proses normalisasi Ciliwung yang terdapat dalam masterplan pemerintah belum kunjung usai.

"Jadi seterusnya ini ada komponennya semua. Apa yang sudah kita lakukan berdasarkan masterplan ini. Rencana normalisasi sungai 33 km yang sekarang ini baru 16 km," kata Basuki di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Untuk meminimalisir jumlah warga yang terdampak banjir Sungai Ciliwung, pemerintah akan segera membuka akses Rusunawa Pasar Rumput sehingga nantinya korban banjir bisa mengungsi.

"Rusunawa Pasar Rumput kita siapkan untuk merelokasi masyarakat yang berada di bantaran sungai," imbuh Basuki.

Targetnya, dengan memindahkan warga yang tinggal di bantaran sungai Ciliwung, pemerintah bisa membebaskan lahan di kawasan tersebut untuk mendukung program naturalisasi.

"Jadi bantaran sungai akan kita bebaskan, masyarakatnya kita siapkan rusun ini. Jadi bawahnya adalah pasar, atasnya apartemen," tutup Basuki.

Korban Banjir di Pinggiran Ciliwung Bisa Ngungsi ke Rusunawa


Simak Video "Anies Hentikan Program Toa untuk Peringatan Dini Banjir!"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)