Cerita Warga yang Duduki Lahan Sodetan Ciliwung

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 27 Feb 2020 15:50 WIB
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono melihat proyek pembangunan sodetan yang menghubungkan kawasan Kali Ciliwung menuju Kanal Banjir Timur, Senin (12/10/2015). Proyek tersebut sudah mencapai 54,37 persen dengan total panjang 564 meter dari total pengerjaan sepanjang 1,27 km panjang sodetan yang telah direncanakan. Proyek tersebut dimulai sejak 19 Desember 2013 lalu. Rachman Haryanto/detikcom
Proyek Sodetan Ciliwung (Foto: Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta -

Proyek Sodetan Ciliwung yang hubungkan Kali Ciliwung dengan Banjir Kanal Timur (BKT) masih menunggu pembebasan lahan dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Dari 1,2 kilometer (km) sodetan yang mau dibangun, baru selesai 600 meter (m).

Berdasarkan catatan detikcom, pembebasan lahan terkendala di daerah Otista, Kelurahan Bidara Cina, Jakarta Timur. Untuk mengetahui keadaan terkini pembebasan lahan proyek tersebut, detikcom menyambangi langsung lokasi di Jl. Sensus II, Kelurahan Bidara Cina, Jakarta Timur, Kamis (27/2/2020).

detikcom bertemu dengan salah seorang warga bernama Siti (40). Ia sudah mengetahui bahwa rumahnya akan terkena gusur. Namun, sampai saat ini belum ada pembicaraan lanjut dari Pemprov DKI Jakarta.

"Sudah ada omongan mau digusur semua warga sudah tahu. Saya mau tahu finalnya gimana soalnya kita terombang-ambing (tanpa kejelasan)," kata Siti di Jakarta Timur, Kamis (27/2/2020).

Ia pun mengaku tak masalah jika harus digusur. Asalkan, dirinya menginginkan biaya ganti rugi berupa uang.

"Kita nggak akan menghalangi proyek sodetan pemerintah ini. Saya mah nggak masalah yang penting masalah harga beres. Jadi belum ada kejelasan harga di sini," ucapnya.

Lain halnya dengan Dodo (52), pihaknya irit bicara saat ditanya isu penggusuran. Dia menyebut, menyerahkan semua keputusan dan menunggu hasil dari kuasa hukum.

"Semuanya kita serahkan ke kuasa hukum apapun yang terjadi," tegasnya.

Perlu diketahui, masalah pembebasan lahan di wilayah Bidara Cina ini berlangsung sangat alot sejak tahun 2015 saat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Warga Bidara Cina melayangkan gugatan dengan Nomor 59/G/2016/PTUN-JKT terhadap SK Gubernur Nomor 2779/2015 tentang Perubahan SK Gubernur DKI Jakarta Nomor 81/2014 tentang Penetapan Lokasi Pembangunan Inlet Sodetan Kali Ciliwung menuju KBT di Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN). Warga tidak terima dengan langkah Pemprov DKI yang melakukan penertiban tanpa sosialisasi terlebih dulu.



Simak Video "Anies Hentikan Program Toa untuk Peringatan Dini Banjir!"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)