ADB Tawarkan Pinjaman US$ 2,7 Miliar Bangun Infrastruktur RI

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 03 Mar 2020 13:55 WIB
Progres pembangunan Rumah Susun Sewa Tingkat Tinggi (RTT) Pasar Rumput terus dikebut. Rencananya proyek tersebut akan selesai pada akhir 2018.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Asian Development Bank (ADB) mendukung upaya pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur di Indonesia. Pada tahun ini ADB berkomitmen memberikan dana pinjaman sekitar US$ 2,7 miliar

Presiden ADB Masatsugu Asakawa mengatakan komitmen pinjaman sebesar US$ 2,7 miliar ini meningkat US$ 1 miliar dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

"Komitmen pinjaman kami ke Indonesia mencapai US$ 2,7 miliar, lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang mencapai US$ 1,7 miliar," kata Asakawa di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (3/3/2020).

Asakawa menyebut dana pinjaman ADB nantinya akan disalurkan ke beberapa program. Namun pihaknya masih menunggu daftar proyek apa saja yang diajukan oleh pemerintah Indonesia.

Meski demikian Asakawa mengaku telah mengalokasikan dana US$ 500 juta untuk program inklusi keuangan dan US$ 500 juta untuk program peningkatan daya saing Indonesia dari total komitmen yang disediakan.

"Itu forecasting, itu komitmen yang akan kita gelontorkan tahun ini, baik ditujukan untuk nantinya untuk proyek-proyek di sektor pemerintahan maupun private sektor," jelasnya.

Komitmen ADB itu juga sudah disampaikan Asakawa kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia sudah bertemu orang nomor satu Indonesia di Istana Presiden, Jakarta Pusat pagi ini.

Bersama Jokowi, Asakawa mengaku membicarakan perluasan dukungan ADB bagi prioritas pembangunan Indonesia di berbagai bidang, seperti pembangunan manusia, konektivitas infrastruktur, dan perubahan iklim, pinjaman dengan jaminan pemerintah, dukungan pengetahuan, operasi sektor swasta, dan Iayanan konsultasi transaksi.

"Indonesia dan ADB memiliki hubungan kemitraan kuat yang dibangun atas tujuan yang sejalan, yaitu mencapai pertumbuhan berkelanjutan dan inklusif," ujarnya.


"Saya bertekad untuk memperkuat kemitraan ini dan terus mendukung prioritas pemerintah, termasuk peningkatan pendidikan, pengembangan keterampilan, dan perlindungan sosial, serta mendorong investasi di infrastruktur, mobilisasi sumber daya domestik, dan ketahanan iklim dan bencana," tambahnya.

Selama ini dukungan ADB bagi Indonesia mencakup berbagai bidang, termasuk fokus pada energi bersih dan penguatan jaringan kelistrikan; pendidikan tinggi dan pengembangan keterampilan angkatan kerja; reformasi untuk meningkatkan daya saing Indonesia; serta fasilitas pembiayaan hijau (ramah lingkungan) dan biru (ramah lautan) yang inovatif.

Strategi Kemitraan Negara 2020-2024 yang diusulkan ADB untuk Indonesia akan mendukung prioritas pembangunan pemerintah dan menjadi katalis bagi pembiayaan sektor swasta, mendorong inovasi dan teknologi baru, serta menawarkan solusi pengetahuan dan pembiayaan, terutama bagi pemerintah daerah.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil mengatakan banyak tantangan untuk pembangunan Indonesia secara menyeluruh. Indonesia sendiri diprediksi menjadi negara maju pada tahun 2045.

"Saat ini Asakawa juga melihat, mendukung kita sebagai negara pendapatan tinggi. Kita inginnya secepat mungkin, tapi banyak tantangan," kata Suahasil.

Sua bilang ada beberapa tantangan yang harus dilalui Indonesia agar menjadi negara maju. Salah satunya adalah meningkatkan pendapatan masyarakat atau keluar dari middle income.

"Saya yakin hubungan kita akan berlanjut 50 tahun ke depan harus include private sector dan saya yakin ADB bersama dengan Indonesia partner Bappenas Menko Perekonomian, Menkeu kita akan improve continuesly partnership," katanya.

Dapat diketahui, dalam kunjungan pertamanya ke Indonesia Asakawa juga telah bertemu dengan Menteri Keuangan sekaligus Gubernur untuk ADB Sri Mulyani Indrawati. Beliau rencananya akan bertemu juga dengan beberapa menteri lainnya.

Asakawa dan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara hari ini meluncurkan sebuah buku berjudul, Indonesia and the Asian Development Bank: Fifty Years of Partnership. Kemarin, Asakawa bertemu dengan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, serta mengunjungi proyek perbaikan kawasan kumuh dan proyek percontohan untuk infrastruktur 'hijau' yang didukung ADB di Kota Makassar. Beliau akan mengunjungi proyek pendidikan vokasi di Kota Depok pada hari Rabu.

ADB Tawarkan Pinjaman US$ 2,7 Miliar Bangun Infrastruktur RI


Simak Video "LIPI Nilai 5 Prioritas Pemerintahan Jokowi- Amin Tak Maksimal"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/dna)