73 Proyek Strategis Nasional Dapat Kucuran Rp 48 T

Hendra Kusuma - detikFinance
Jumat, 06 Mar 2020 22:00 WIB
Proyek Kereta Cepat Disetop Sementara
Foto: Fuad Hasyim
Jakarta -

Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) mencatat sudah gelontorkan dana Rp 48,43 triliun untuk 73 protek strategis nasional (PSN). Pendanaan tersebut biasanya digunakan untuk membebaskan lahan.

Direktur Utama LMAN Rahayu Puspasari mengatakan dana sebesar Rp 48,43 triliun itu tercatat per 28 Februari 2020. Adapun PSN yang dimaksud salah satunya jalan tol.

"Sampai dengan sekarang, sampai dengan 28 Februari 2020, telah dilakukan pendanaan atau pembayaran pembiayaan untuk 73 proyek PSN sebesar Rp 48,43 triliun totalnya," kata Puspa di kantor LMAN, Jakarta, Jumat (6/3/2020).

Puspa mengklaim, LMAN juga semakin mantap dalam mengoptimalkan aset-aset negara. Optimalisasi aset negara yang dilakukan LMAN telah memberikan efek berlipat ganda, sehingga aset tidak hanya mendatangkan manfaat finansial bagi negara, tapi juga menghidupkan perekonomian dan memberi dampak sosial pada masyarakat di sekitarnya.

Menurut Puspa, pengelolaan dan optimalosasi aset negara harus menghasilkan nilai dan membawa manfaat besar bagi negara, karena aset negara adalah salah satu alat penting untuk mempercepat laju perekonomian. Berbagai strategi dilakukan oleh DJKN dan LMAN untuk meningkatkan nilai tambah dan manfaat aset, salah satunya adalah menggandeng kerjasama dengan pihak swasta.

"LMAN berupaya untuk selalu mengedepankan kolaborasi dan sinergi, salah satunya adalah kolaborasi dengan milenial dan swasta untuk menggarap optimalisasi aset negara," jelasnya.

Terhitung per 31 Desember 2019, nilai total aset LMAN adalah sebesar Rp 29,2 triliun, yang terdiri dari aset properti senilai Rp 748 miliar dan aset di kawasan kilang Bontang dan Lhokseumawe senilai Rp 28 triliun. Sedangkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang dihasilkan LMAN pada tahun 2019 (tahun berjalan) adalah senilai Rp 720 miliar.

Puspa juga membagikan keberhasilan LMAN dalam mengoptimalkan aset-aset negara seperti wisma eks Pertamina di Bandung, lalu beberapa aset negara yang saat ini telah ditingkatkan nilainya adalah ruko Taman Kedoya di Jakarta Barat yang telah lama terbengkalai, kini direnovasi dan disewakan kepada pihak swasta yang bergerak di bidang manufaktur.

Selain itu ada juga ruko tidak berpenghuni di kawasan Caringin, Jakarta Pusat, yang kini direnovasi dan dijadikan Puskesmas. Di kawasan Jl. Majapahit, Jakarta Pusat, ada Ruko Majapahit Permai yang awalnya kosong dan rusak, kini telah direnovasi dan disewakan kepada pihak swasta.

Selanjutnya, Gedung kantor LMAN juga merupakan contoh peningkatan nilai tambah atas aset negara dimana dulunya merupakan gedung bank yang dilikuidasi pada tahun 1998. Aset tersebut berhasil disulap oleh LMAN menjadi gedung perkantoran berkonsep co-working space dan mendukung digitalisasi kerja. Hal itu merupakan cerminan budaya kerja LMAN dan diharapkan akan menjadi nilai yang dibawa oleh LMAN dalam melaksanakan tugas yang strategis yaitu meningkatkan nilai tambah atas aset negara.

Dalam skala yang lebih besar, ada optimalisasi aset PT Arun di Lhokseumawe, Aceh Utara. Pengelolaan aset di Kawasan Kilang Lhokseumawe telah menghasilkan PNBP sebesar Rp 120 Miliar pada tahun 2019. Sedangkan manfaat sosial yang didapatkan masyarakat dari pengelolaan aset tersebut adalah kerja sama pinjam pakai Rumah Sakit Arun dengan Pemerintah Kota Lhokseumawe untuk menunjang peningkatan layanan kesehatan masyarakat Arun dan sekitarnya, sekolah, tempat ibadah, serta fasilitas sosial lainnya.

Selain aset di Lhokseumawe, ada juga aset kilang di Kawasan Bontang Kalimantan Timur yang digunakan untuk likuifaksi gas. Aset ini telah menghasilkan PNBP sebesar Rp 612 Miliar di tahun 2019 dan juga berkontribusi pada masyarakat Indonesia di bidang ketahanan energi nasional.



Simak Video "Ratas PSN, Jokowi: Prioritaskan yang Berdampak Langsung ke Ekonomi Rakyat"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/dna)