Arab Mau Investasi Tiga Proyek di Aceh, Apa Saja?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 10 Mar 2020 13:24 WIB
Pekerja terus mengebut pengerjaan proyek pembangunan Underpass Senen Extension di Kawasan Atrium Senen, Jakarta Pusat.
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Lembaga pengelola dana investasi Uni Emirat Arab (UEA), Abu Dhabi Investment Authority (ADIA) berminat melakukan investasi di Aceh. Akan ada tiga proyek infrastruktur besar yang akan dibiayai ADIA.

Tiga proyek itu adalah pembangunan bandara baru di Sabang, pembangunan moda transportasi massal monorail Banda Aceh dan pembangunan pipa gas Lhokseumawe - Banda Aceh. Deputi Direktur Bidang Investasi Properti dan Infrastruktur ADIA, Salem Al Darmaki, mengatakan pihaknya akan segera mengirimkan tim untuk menindaklanjuti rencana investasi tersebut.

"Pihak ADIA saat ini sedang giat berkomunikasi dengan counterpart dan kementerian terkait di Indonesia untuk membentuk satu lembaga dana tabungan pembangunan infrastruktur Indonesia-Abu Dhabi," kata Salem dalam keterangannya, dikutip Selasa (10/3/2020).

Salem mengatakan pihaknya akan membuat satu departemen khusus untuk pembangunan infrastruktur di Aceh. Menurutnya, investasi di Aceh sangat menjanjikan mengingat perkembangan perekonomian Indonesia yang semakin membaik. Dia juga mengatakan potensi ekonomi Aceh di sektor pariwisata dan energi.

Salem mengatakan pihaknya juga akan mengajak para investor lain untuk turut serta bergabung dalam proyek pembangunan di Indonesia dan Aceh.

"Bagi kami, Aceh adalah layaknya saudara yang saling bahu-membahu dan saling membantu pada saat membutuhkan. Kami merasa untuk membantu saudara kami bersama-sama membangun," ujar Salem.

Selain itu, menurutnya Aceh sangat berpotensi untuk menjadi salah satu tujuan wisata masyarakat dari Timur Tengah mengingat faktor lokasinya yang dekat dan kesamaan budaya Islam.

Di kesempatan yang sama Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengatakan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi stabil di Aceh, pembangunan infrastruktur adalah syaratnya. Dia juga berterima kasih kepada ADIA karana telah memilih Aceh sebagai pintu masuk untuk beberapa investasi proyek investasi lainnya di Indonesia.

"Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang stabil, keperluan Aceh terhadap infrastruktur merupakan salah satu syarat mutlak yang harus segera dilakukan," ujar Nova.

Nova mengatakan Aceh terbuka kepada semua investor dari negara manapun, dalam usaha peningkatan penciptaan lapangan kerja uang baru.

"Insyaallah, kami akan terus melakukan follow up dan tindak lanjut supaya rencana investasi ini dapat segera terwujud," kata Nova.



Simak Video "Semenit Rindu: Aceh"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)