Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 10 Mar 2020 19:30 WIB

RS Khusus Corona Ditarget Kelar 28 Maret

Vadhia Lidyana - detikFinance
RS Khusus Corona di Batam Mulai Dibangun Foto: Dok. Kementerian PUPR
Jakarta -

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang membangun fasilitas observasi/penampungan/karantina untuk pengendalian penyakit menular, utamanya virus corona di Desa Galang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menargetkan fasilitas tersebut bisa rampung pada 28 Maret 2020 mendatang.

"(Pengerjaannya) sudah dari hari Minggu (8/3) kemarin, sampai 28 Maret," kata Basuki di kantornya, Jakarta, Selasa (10/3/2020).

Ia mengungkapkan, alasan pemerintah memilih Batam sebagai lokasi pembangunan fasilitas itu karena memanfaatkan eks-penampungan pengungsi Vietnam. Selain itu, ia menilai lokasi Batam sangat strategis dan punya infrastruktur transportasi yang memadai.

"Kalau yang di Pulau Sebaru (Kepulauan Seribu), itu air nggak ada, kalau ombak besar, kapal nggak bisa merapat, terbatas pengangkutannya. Lalu yang di Natuna itu 2 kali penerbangan, ke Batam dulu baru pindah. Tapi kalau ke Pulau Galang ini, jauh dari pemukiman tapi 1 kali pendaratan di Batam, pesawat besar bisa 24 jam. Dari Batam ke Galang hanya 45 menit, jadi sangat feasible," terang Basuki.

Menurutnya, pengerjaan ini dapat dilakukan dengan cepat. Pasalnya, sekitar 700 tenaga kerja Indonesia diberdayakan untuk mengebut pembangunan fasilitas ini.

"Kemarin (jumlah tenaga kerjanya) 600-700. Iyalah (tenaga kerjanya semua WNI), itu punyanya WIKA modulnya, produk dari Indonesia semua," ungkap dia.

Basuki menegaskan, proyek ini sudah diterima oleh warga setempat. Ia memastikan, fasilitas ini aman bagi warga setempat meski yang ditangani adalah penyakit menular.

"(Warga setempat) nggak apa-apa, saya kemarin ke sana, itu bukan rumah sakit, itu penampungan. Karena TNI juga sudah punya modulnya misalnya untuk membawa orang sakit, seperti di kontainer tapi itu sudah diisolasi," kata Basuki.

Sebagai informasi, pada tahap awal akan dibangun dua bangunan bertingkat dua, yang terdiri dari fasilitas observasi/penampungan/karantina (termasuk isolasi). Untuk ruang observasi dengan kapasitas 230 tempat tidur, di mana satu kamarnya memiliki kapasitas rawat 8-10 pasien.

Sementara untuk ruang isolasi terdiri dari 30 tempat tidur Intensive Care Unit (ICU) dan 20 tempat tidur Non ICU dengan peralatan sesuai standar yang berlaku.

Selain itu di sekitar fasilitas utama juga akan dilengkapi sarana olahraga, ruang terbuka hijau serta sarana pengolahan sampah padat dengan insinerator khusus, serta Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Untuk insinerator limbah padat, kita akan bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.



Simak Video "WNA Pasien Corona yang Meninggal Sebelumnya Dirawat di RS Sanglah"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com