Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 12 Mar 2020 18:51 WIB

Lama Tak Terdengar, Apa Kabar Program Tol Laut Jokowi?

Trio Hamdani - detikFinance
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meresmikan Tol Laut. Foto: Muhammad Idris
Jakarta -

Program tol laut dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejak 2015. Bagaimana perkembangannya sejak program itu dirilis?

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Wisnu Handoko memaparkan tingkat keterisian barang yang diangkut menggunakan tol laut terus meningkat hingga 2019.

Muatan tol laut tercatat sebesar 81.404 ton pada 2016, 233.139 ton pada 2017, 239.875 pada 2018, dan 245.378 ton pada 2019. Belum ada data perkembangan tol laut untuk tahun 2020, namun dia pastikan program tersebut terus berjalan.

"Progres 2020 saya lihat running ya cuma memang sekali lagi masalah kita ini masalah konsolidasi," kata dia dalam jumpa pers di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2020).


Dari data yang dia paparkan, tingkat keterisian muatan berangkat sejauh ini sebesar 74,8% sedangkan muatan balik 6,7%.

"Jadi kalau muatan baliknya masih belum terlalu banyak. Kan masalahnya muatan balik bukan masalah tranportasinya tapi masalah komoditinya. Komoditi kan kementerian yang atur masalah komoditi itu yang harus dipush terus, termasuk pemdanya," lanjutnya.

Jumlah pelabuhan yang terkoneksi dengan tol pelabuhan juga mengalami peningkatan, yaitu 31 pada 2016, 43 pada 2017, 61 pada 2018, 76 pada 2019, 99 pada 2020.

"Kemudian aspek pelabuhan, figur paling tinggi itu Saumlaki itu banyak, di atas 700 ton lebih tahun 2019. Kemudian ada Tidore, Raha, kemudian Dobo," tambahnya.



Simak Video "Jokowi Sebut Ada Pihak Swasta Nakal Main-main di Tol Laut"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com