Penanganan Longsor Tol Cipularang Selesai Bulan Depan

Vadhia Lidyana - detikFinance
Sabtu, 14 Mar 2020 09:25 WIB
Penanganan Longsor di Cipularang
Foto: Dok. Jasa Marga
Jakarta -

Penanganan longsor di pinggir Jalan Tol Cipularang kilometer (km) 118+600 arah Jakarta masih berlangsung. Jalan Tol Cipularang ini memang terdampak longsor akibat curah hujan tinggi yang mengguyur Kampung Hegarmanah RT02/RW04, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Bandung Barat, pada 11 Februari 2020 lalu.

Penanganan itu dilakukan bersama oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan PT Jasamarga Tollroad Maintenance, serta Jasa Marga Cabang Purbaleunyi selaku pengelola Jalan Tol Cipularang. Menurut General Manager Jasa Marga Cabang Purbaleunyi Pratomo Bimawan Putra, progres penanganan sudah mencapai 45%. Sementara, targetnya di bulan April penanganannya rampung.

"Saat ini keseluruhan progres telah mencapai 45%, kami optimis perbaikan dapat selesai tepat waktu sesuai target, yaitu di bulan April 2020. Ditambah lagi, Jasa Marga terus didampingi oleh tim dari Ditjen Bina Marga dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Tim Ahli," kata Bima dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (14/3/2020).

Penanganan dilakukan menggunakan rekonstruksi lereng dengan mekanisme pembuatan Buttress (tanggul batu) yang berfungsi sebagai penahan tanah serta timbunan berupa selected material (sirtu) dan slag cement, yang kemudian diperkuat dengan retaining structure berupa bored pile.

Selain itu, pergerakan lereng di tujuh titik area pengamatan longsor tersebut diamati menggunakan Total Station Robotic. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tidak ada pergerakan lereng yang signifikan. Sehingga, Jasa Marga menyimpulkan kondisi lereng stabil.

Untuk lajur Jalan Tol yang terdampak, yakni km 118+400 arah Cileunyi juga masih dalam proses perbaikan yang kini mencapai 60%.

Lalu, penanganan dampak longsor di luar Ruang Milik Jalan (Rumija) Tol Km 118+400 arah Cileunyi juga dilakukan dengan pembuatan lining saluran irigasi untuk mencegah infiltrasi air yang menyebabkan tanah menjadi jenuh.

Bima memastikan, berlangsungnya perbaikan dampak longsor ini tak akan menutup jalur di kedua arah, baik yang ke arah Cileunyi maupun ke arah Jakarta. Sehingga, semua lajur aman untuk dilintasi.



Simak Video "Perubahan Tata Guna Lahan Jadi Sebab Longsor di Tol Cipularang"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)