Penumpang MRT Diminta Tak Ngobrol Langsung Maupun Via HP

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 01 Jun 2020 20:15 WIB
Jadwal operasional MRT dipersingkat untuk mencegah penyebaran virus corona. Pagi ini, terjadi antrian panjang di Stasiun MRT Fatmawati, Jakarta, Senin (16/3).
Protokol physical distancing di MRT/Foto: Ari Saputra
Jakarta -

PT MRT Jakarta menerapakan protokol ketat kepada penumpang demi mencegah penularan Corona (COVID-19). Salah satunya para penumpang selain wajib bermasker, juga dilarang bercakap-cakap dengan penumpang lain, maupun lewat telepon seluler (ponsel).

Berikut petikan tata tertib penumpang di MRT yang dikutip dari Instagram PT MRT Jakarta, @mrtjkt. Berikut petikannya:

Seperti yang diketahui bahwa COVID-19 umumnya dapat ditularkan melalui tetesan droplet yang dihasilkan ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin atau berbicara.

Oleh karena itu, selain kewajiban penggunaan masker pada lingkungan MRT Jakarta, para penumpang diimbau untuk tidak melakukan percakapan, baik secara langsung dengan penumpang lain atau secara tidak langsung melalui telepon genggam.

Sebelumnya, Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) William Sabandar, seperti dikutip dalam keterangan resminya di situs MRT Jakarta, Minggu (31/5/2020).

"PT MRT Jakarta (Perseroda) memperkenalkan satu sistem protokol yang kita sebut BANGKIT. Protokol-protokol itu akan kita terapkan. Bersih maksudnya soal hygiene. Di transportasi publik misalnya kereta yang dibersihkan tiga kali sehari lalu menyiapkan penyanitasi tangan di setiap stasiun," jelasnya.

"Aman maksudnya menyiapkan tes temperature tubuh serta edukasi tanpa henti di stasiun dan kereta. Nyaman merupakan hal paling penting karena memastikan pembatasan sosial (social distancing). Pengguna jasa harus merasa bahwa tidak akan terpapar virus COVID-19 bila menggunakan MRT Jakarta," tambah William.

Selain itu, Willian menjelaskan, setiap kereta nantinya maksimal diisi oleh 60 orang dan pihaknya akan menyiapkan marka (penanda) di stasiun dan di dalam kereta bagaimana melakukan antrean.

"MRT Jakarta tidak bisa melakukan ini sendiri. Selain petugas, kami juga mengajak pengguna jasa dan pengelola gedung-gedung sepanjang jalur MRT Jakarta," jelasnya.

"Kita kenalkan dan mendorong waktu kerja yang fleksibel (flexible working hours) sehingga penumpukan penumpang tidak terjadi di jam sibuk biasanya yaitu pukul 7-9 atau 17.00-19.00. Dengan melebarkan sibuk tersebut, tidak terjadi penumpukan dan kepadatan penumpang," tutur William.

[Gambas:Instagram]





Simak Video "Akibat Corona, Proyek MRT Bundaran HI-Harmoni Molor"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)