Kontraktor Buka-bukaan Kondisi Terkini Proyek Tol Trans Sumatera

Vadhia Lidyana - detikFinance
Sabtu, 11 Jul 2020 23:00 WIB
Tol Bakauheni Terbanggi Besar (Bakter) menjadi salah satu tonggak awal pembangunan Tol Trans Sumatera. Ruas tol Bakter itu sendiri membentang sepanjang 140,7 km yang kini menjadi pemegang rekor ruas tol terpanjang di Indonesia. Wow!
Foto: Dok. Hutama Karya
Jakarta -

Tol Trans Sumatera (JTTS) adalah Proyek Strategis Nasional (PSN) yang telah dibangun sejak tahun 2015. Salah satu proyek andalan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini dibangun oleh PT Hutama Karya (Persero) atau HK dan membentang 2.769 kilometer (km).

Direktur Keuangan HK Hilda Savitri menjelaskan proyek tersebut masuk dalam kategori tidak layak secara finansial, sehingga dibutuhkan BUMN untuk menjalankan penugasannya.

"Kendala terbesar dari proyek JTTS ini yang menjadi background kenapa HK ditugaskan adalah karena proyek ini tidak layak secara finansial, di mana commercial IRR (internal rate of return) atau financial IRR daripada proyek ini yang telah dihitung oleh konsultan rata-rata hanya sekitar 7%," kata Hilda dalam webinar Prodeep Institute, Sabtu (11/7/2020).

Saat ini, HK sudah mengoperasikan 364 km dari total bentang 2.769 km tersebut. Namun, hingga saat ini pendapatan yang diperoleh HK dari pengoperasian tol masih sangat kecil karena jumlah kendaraan yang melintas sangat sedikit.

"Traffic yang ada di JTTS ini berada jauh di bawah minimum traffic yang secara komersial yaitu sekitar 25.000 volume dari traffic, sementara yang ada saat ini semua di bawah 15.000 sampai di bawah 10.000 per hari," jelas Hilda.

Kebutuhan modal yang besar untuk merampungkan tol ini, yakni Rp 476 triliun menjadi alasan mengapa proyek ini memang tak layak secara finansial. Untuk memperoleh modal itu pun, selain memanfaatkan Penyertaan Modal Negara (PMN), HK juga harus mencari alternatif lain.

"Kami diberikan pengelolaan jalan tol JORR S dan ATP, dan berdasarkan pemasukan daripada JORR S dan ATP ini kami dapat menerbitkan obligasi sebesar Rp 11 triliun, di mana dananya digunakan untuk pembangunan JTTS. Ada juga dukungan konstruksi 130 km atau senilai Rp 16 triliun di mana dukungan konstruksi ini diambil dari konsesi jalan tol Trans Jawa di mana para operator juga harus melakukan pembangunan 130 km di JTTS. Lalu juga ada VGF untuk tunnel, dan ada ekuitas partner," papar dia.

Langsung klik halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Proyek Tol Cisumdawu Mandek, Jokowi: Segera Selesaikan!"
[Gambas:Video 20detik]