MRT Fase II Bakal Punya Depo di Ancol, Ini Alasannya

Muhammad Ilman Nafi'an - detikFinance
Rabu, 22 Jul 2020 23:00 WIB
Demi mencegah menyebarnya virus corona, petugas melakukan disinfeksi menyeluruh di dalam ratangga MRT Jakarta di Lebak Bulus, Jakarta.
Foto: Grandyos Zafna

Namun, setelah dilakukan kajian, Stadion BMW batal dipilih karena ada proyek stadion Jakarta International Stadium (JIS). Sementara untuk Ancol Timur, memiliki ukuran yang relatif kecil.

"Ada lahan sedang reklamasi saat itu tapi luas reklamasi hanya 12 hektare. Untuk buat depo harus punya lahan persegi karena butuh track yang panjang. Di Ancol Timur, lehernya kecil sekali dan menyulitkan untuk manuver kereta," katanya.

Selain itu, Ketua Komisi B DPRD DKI Abdul Aziz mempertanyakan hak guna bangunan (HGB) lahan yang ada di Ancol Barat itu sudah diperpanjang atau belum. Apabila belum, pihaknya meminta agar HGB itu tidak lagi diperpanjang.

"Jadi komisi B menanyakan apakah ini sudah diperpanjang sama Asahimas, kalau sudah diperpanjang kan jadi hak Asahimas lagi untuk menggunakannya. kita mendorong kalu ini belum diperpanjang jangan diperpanjang, toh sekarang dah kosong lahannya," kata Aziz.

Dalam rapat tersebut, Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Teuku Shahrir menjelaskan, ada 10 sertifikat HGB yang ada di lahan Ancol Barat seluas 43 hektare. 7 diantaranya HGB Asahimas dan 3 milik PT Jakarta Propertindo (Jakpro).

"Luas lahan di Ancol Barat yang disampaikan oleh MRT adalah 43 hektare itu ada sepuluh sertifikat HGB, tujuh dimiliki Asahimas dan tiga dimiliki oleh Jakpro," kata Shahir.

"Jadi prinsipya kita Ancol mendukung program yang dibahas lama dengan Ancol ini sudah bertahun di Ancol Barat ini bukan ujug-ujug mencari lahan yang terbaik untuk MRT, tadi saya sampaikan 43 hektare, kurang lebih 3 hektare dimiliki oleh Jakpro, 40 hektare (milik Asahimas)," katanya.

Halaman


Simak Video "Akibat Corona, Proyek MRT Bundaran HI-Harmoni Molor"
[Gambas:Video 20detik]

(dna/dna)