Warga se-RT di Klaten Minta Direlokasi untuk Proyek Tol Yogya-Solo

Achmad Syauqi - detikFinance
Selasa, 04 Agu 2020 19:31 WIB
Pemerintah telah memulai penggunaan aspal karet untuk penanganan jalan nasional. Contohnya di ruas Ajibarang-Banyumas-Klampok-Banjarnegara.
Foto: Kementerian PUPR
Klaten -

Warga di satu RT di Klaten meminta direlokasi pemerintah jika nantinya terkena proyek jalan tol Yogyakarta-Solo ( Joglo). Warga minta direlokasi di lahan yang masih satu desa.

" Tadi warga saya minta direlokasi jika kena proyek jalan tol Jogyakarta-Solo. Mintanya direlokasi di desa yang sama," ungkap Kades Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Gunawan Budi Utomo pada detikcom usai sosialisasi dan konsultasi publik pengadaan tanah di balai desa, Selasa (4/8/2020) siang.

Gunawan mengatakan di desanya ada dua RT yang kena proyek yaitu di RT 14 /RW 5 dan RT 9 /RW 4. Di RT 14 ada 15 rumah yang kena dan 23 rumah di RT 9.

" Di RT 9 warga minta relokasi dan tidak mau keluar Desa Kranggan. Maunya ke lahan kas desa sehingga tidak tercabut akar budayanya sebab mereka penduduk asli," lanjut Gunawan.

Dikatakan Gunawan, atas permintaan warga itu, pemerintah desa sudah mengkaji menggunakan tanah kas desa. Bisa dengan sistem tukar guling tetapi harus konsultasi ke Kemendagri dan Pemkab.

" Kita sudah konsultasi ke dinas pemberdayaan masyarakat dan desa Pemkab. Nanti bagaimana atas permintaan warga ini, " imbuh Gunawan.

Lebih lanjut Gunawan mengatakan jika memungkinkan tentunya lahan kas desa yang zona kuning bukan hijau untuk pertanian. Luasnya pun harus mencukupi.

" Luasnya paling tidak 2.000-3.000 meter. Ini yang sedang kita pikirkan tetapi jika diizinkan tentu harus dengan izin tertulis dari Pemkab atau Kemendagri," sambung Gunawan.

Baca halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2