Pemkab Badung-Kemenkeu Sepakati Proyek Jalan Lingkar Selatan

Inkana Putri - detikFinance
Senin, 10 Agu 2020 22:53 WIB
Pemkab Badung
Foto: Dok. Pemkab Badung
Jakarta -

Pembangunan Jalan Lingkar Selatan menjadi salah satu yang diproyeksikan mempermudah konektivitas pariwisata Badung Selatan sudah masuk dalam tahap penandatangan kesepakatan induk. Bupati Kabupaten Badung I Nyoman Giri Prasta menandatangani kesepakatan induk dengan Kementerian Keuangan yang diwakili oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Luky Alfirman di Badung Command Center.

Adapun kesepakatan ini berkaitan dengan Penyediaan Fasilitas Penyiapan Proyek dan Pendampingan Transaksi pada Proyek KPBU (Kerja sama Pemerintah Badan Usaha) Jalan Lingkar Selatan Kabupaten Badung.

Giri Prasta menyampaikan Proyek Jalan Lingkar Selatan ini telah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Semesta Berencana Kabupaten Badung 2016-2021 yang diproyeksikan untuk memudahkan koneksi antar destinasi pariwisata.

"Atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Badung, kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Menteri Keuangan beserta jajaran karena telah menyetujui permohonan Project Development Facility (PDF) atau penyiapan dan pendampingan transaksi proyek KPBU Jalan Lingkar Selatan Kabupaten Badung, terlebih di tengah situasi pandemi COVID-19 ini, hanya ada dua pemerintah daerah yang disetujui permohonan PDF-nya, salah satunya kami di Kabupaten Badung," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (10/8/2020).

Sebagai Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK), Giri Prasta akan melaksanakan arahan serta catatan yang diberikan Menteri Keuangan dan mensukseskan proyek KPBU Jalan Lingkar Selatan Badung, baik di mata investor nasional maupun internasional.

Selain itu, ia juga memohon PT. Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) agar mendampingi dan membimbing pelaksanaan proyek ini agar dapat berjalan lancar sesuai aturan dan harapan bersama.

Melalui penandatanganan ini, Giri Prasta berharap agar Jalan Lingkar Selatan di Kabupaten Badung dapat segera selesai sehingga nantinya akan muncul Daerah Tujuan Wisata (DTW) baru dalam upaya meningkatkan pemasukan PAD Kabupaten Badung.

"Jalan ini dimulai dari Kelurahan Benoa, Kutuh, Pecatu dan Jimbaran. ada jalan di dalam terowongan dengan instalasi terpadu bawah yang dilengkapi dengan oksigen. Secara safety ini sangat terjamin. Ada pula jalan di pinggir tebing yang dilengkapi dengan res area serta tempat berjualan," tegasnya.

Mantan Ketua DPRD ini juga menambahkan akan bekerja sama dengan Angkasa Pura untuk membangun MRT sehingga memecah kemacetan. Saat ini, kerja sama tersebut telah masuk ke dalam tahap feasibility study.

"Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Badung ini memiliki peranan yang sangat penting dan strategis dalam rangka mendukung kelancaran dan kenyamanan wisatawan serta berbagai kegiatan dan event internasional yang diselenggarakan di Bali dan Kabupaten Badung khususnya," katanya.

Di sisi lain, Luky mengapresiasi usaha dan inisiatif yang telah dilakukan oleh Giri Prasta beserta jajaran terkait penggunaan skema KPBU dalam mendukung pariwisata di Bali. Salah satunya dengan membuka akses jalan baru berupa jalan lingkar selatan yang menghubungkan obyek-obyek pariwisata di selatan Bali. Hal ini tentu akan mendukung pariwisata di Badung atau Bali secara umum sehingga pertumbuhan pariwisata dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi secara nasional dan menambah devisa negara.

Dalam acara penandatangan virtual tersebut, turut hadir Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Ketua Simpul KPBU Kabupaten Badung Sekda Adi Arnawa, Kadis PUPR IB. Surya Suamba, Direktur Pengelolaan Dukungan Pemerintah dan Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Keuangan Brahmantio Isdijoso, Direktur Utama PT. Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) Wahid Sutopo, Ketua DPRD Kabupaten Badung Putu Parwata serta Kepala OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung.

(prf/hns)