Ratusan Pohon di Thamrin-Monas Bakal Dicabut Imbas Proyek MRT Fase II

Soraya Novika - detikFinance
Selasa, 11 Agu 2020 13:05 WIB
Pembangunannya MRT Jakarta Fase II telah dimulai sejak 24 Maret 2019. MRT Jakarta Fase II akan menghubungkan Bundaran HI-Kota
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Pembangunan Proyek Moda Raya Terpadu (MRT) fase II sudah digenjot sejak 15 Juni 2020 lalu. Ditarget, pembangunan proyek strategis nasional ini bisa rampung pada awal tahun 2025 mendatang. Demi kelancaran proses pembangunan proyek ini, tentu ada ratusan pohon yang harus dikorbankan terlebih dahulu.

"Dalam pembangunan fase II tersebut, dari Bundaran HI sampai ke Ancol itu melewati 2 stasiun yaitu stasiun di Thamrin dan Monas. Tentunya dalam melewati kedua stasiun itu pasti ada dampak-dampak pemindahan pohon-pohon di area yang akan dilewati MRT, walaupun itu stasiunnya ada di bawah," ujar Komisaris Utama PT MRT Jakarta Muhammad Syaugi dalam konferensi pers di Wisma Nusantara, Jakarta Pusat, Selasa (11/8/2020).

Meski begitu, Syaugi memastikan pihaknya bakal mengganti pohon-pohon yang terdampak tersebut dengan yang lebih baik.

"PT MRT itu berkomitmen sejak dari awal sampai sekarang dan InsyaAllah ke depan, berkomitmen untuk melaksanakan tugas ini dengan tidak melanggar aturan jadi mengikuti peraturan perundang-undangan, dengan menjaga kelestarian lingkungan, cagar budaya, jadi nanti kalau ada pohon yang terdampak atau apapun risiko di situ akan diperbaiki," tegasnya.

Adapun jumlah pohon yang terdampak pembangunan MRT fase II ini ada sekitar 815 pohon yang mana 235 pohon di antaranya untuk pembangunan stasiun Thamrin dan 580 pohon sisanya untuk pembangunan stasiun Monas.

"Stasiun Thamrin, pohon-pohon yang terdampak adalah yang di Median dan kanan-kiri jalan totalnya adalah sekitar 235 pohon dari 235 pohon itu 171 pohon itu akan diganti dan ada 64 pohon yang akan direlokasi," ujar Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Silvia Halim.

"Bagaimana dengan stasiun monas, untuk pembangunan stasiun monas ada 2 lokasi, pertama untuk pembangunan entrance kita yang di jalan Museum itu ada 55 pohon yang harus kita ganti. Kemudian untuk pembangunan stasiun itu sendiri yang ada di dalam area monas itu totalnya ada 580 pohon yang terdampak dari 580 pohon yang terdampak itu 430 pohon akan diganti. Sedangkan 150 an sisanya akan direlokasi atau dipindahkan," paparnya.

Sesuai Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta, pohon-pohon tersebut akan direlokasi dan ditanam kembali di area Kebon Bibit Srengseng, Jakarta Barat. Sedangkan, pohon-pohon yang diganti akan diganti dengan instant tree atau pohon yang sudah tumbuh besar yang siap tanam.

"Pohon yang terdampak akan diganti dengan instant tree jadi langsung diganti dengan pohon besar yang diameternya adalah 40 cm. Pohon yang digantikan itu maksudnya dicabut, pohon yang dicabut itu akan dibawa ke tempat penampungan milik Dinas Pertamanan dan Perhutanan Kota Provinsi DKI Jakarta," tambahnya.

Sedangkan, total biaya yang bakal digelontorkan PT MRT Jakarta untuk pembangunan proyek ini ialah mencapai Rp 4-5 miliar. "Sekitar Rp 4-5 miliar," pungkasnya.



Simak Video "Akibat Corona, Proyek MRT Bundaran HI-Harmoni Molor"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)