Mau Dikemanakan Pohon yang Dicabut Imbas Proyek MRT Fase II?

Soraya Novika - detikFinance
Selasa, 11 Agu 2020 13:54 WIB
Pembangunan Proyek Moda Raya Terpadu (MRT) fase II sudah digenjot sejak 15 Juni 2020 lalu. Akibat proyek ini, ada ratusan pohon yang harus dikorbankan terlebih dahulu.
Foto: Soraya Novika
Jakarta -

Ada ratusan pohon yang bakal dicabut demi membangun Proyek Moda Raya Terpadu (MRT) fase II yang ditarget rampung kuartal I-2025 mendatang. Ratusan pohon yang dicabut itu adalah pohon-pohon yang berada di sekitar lokasi pembangunan dua stasiun MRT fase II yakni stasiun Monas dan Thamrin.

Adapun jumlah pohon yang terdampak pembangunan MRT fase II ini yakni sekitar 815 pohon yang mana 235 pohon di antaranya yang berada di sekitar pembangunan stasiun Thamrin dan 580 pohon sisanya di sekitar pembangunan stasiun Monas.

"Stasiun Thamrin, pohon-pohon yang terdampak adalah yang di Median dan kanan-kiri jalan totalnya adalah sekitar 235 pohon dari 235 pohon itu 171 pohon itu akan diganti dan ada 64 pohon yang akan direlokasi," ujar Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Silvia Halim dalam konferensi pers di Gedung Wisma Nusantara, Jakarta Pusat, Selasa (11/8/2020).

"Bagaimana dengan stasiun monas, untuk pembangunan stasiun monas ada 2 lokasi, pertama untuk pembangunan entrance kita yang di jalan Museum itu ada 55 pohon yang harus kita ganti. Kemudian untuk pembangunan stasiun itu sendiri yang ada di dalam area monas itu totalnya ada 580 pohon yang terdampak dari 580 pohon yang terdampak itu 430 pohon akan diganti. Sedangkan 150 an sisanya akan direlokasi atau dipindahkan," sambungnya.

Silvia menjelaskan untuk proses pencabutan pohon-pohon tersebut dibagi menjadi 2 kegiatan yakni penggantian pohon dan relokasi pohon. Maksud dari mengganti pohon adalah mencabut pohon-pohon yang dianggap tidak layak untuk ditanam kembali dan diganti dengan pohon yang baru.

Sedangkan relokasi adalah mencabut pohon yang masih layak tanam kemudian dipindahkan ke lokasi lain yang cocok untuk penanam pohon tersebut.

Untuk mengetahui kelayakan pohon atau tidak akan dilakukan yang namanya observasi fisik dan USG kondisi pohon.

"Apakah dia sehat atau tidak itu keropos atau tingkat kerusakan berapa persen dan ini jadi guidance kita untuk men-treat pohon ini, intinya kalau pohon ini tidak sehat maka baiknya diganti saja, tapi kalau pohonnya dalam kondisi sehat dengan tingkat hidup yang tinggi maksudnya kalau dipindah maka direlokasikan," tuturnya.

Sesuai rekomendasi Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta, pohon-pohon yang statusnya akan direlokasi dan ditanam kembali di area Kebon Bibit Srengseng, Jakarta Barat. Sedangkan, pohon-pohon yang diganti, kayunya akan dibawa ke tempat penimbunan kayu di Pondok Pinang di Jakarta Selatan milik Dinas Pertanaman Kota Provinsi DKI Jakarta.

"Pohon yang akan direlokasi itu akan di-keep di Kebun Bibit itu, lalu akan dimanfaatkan oleh rekan-rekan Dinas Pertamanan mungkin ditanam ke tempat lain. Sedangkan, pohon yang diganti sisa kayunya itu akan diolah lagi, dibuat menjadi nilai tambah lagi, jadi tidak dibuang begitu saja," imbuhnya.

Lalu, ketika proses pembangunan stasiun MRT fase II lancar berjalan, pohon-pohon yang dicabut tadi akan diganti dengan instant tree atau pohon-pohon siap tanam.

"Pohon yang terdampak akan diganti dengan instant tree jadi langsung diganti dengan pohon besar yang diameternya adalah 40 cm," pungkasnya.



Simak Video "Penemuan Artefak di Proyek MRT Bundaran HI-Kota"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)