Pembangunan MRT Jakarta Fase II Bakal Serap 1.651 Pekerja

Soraya Novika - detikFinance
Selasa, 11 Agu 2020 19:20 WIB
Pembangunannya MRT Jakarta Fase II telah dimulai sejak 24 Maret 2019. MRT Jakarta Fase II akan menghubungkan Bundaran HI-Kota
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Di tengah pandemi COVID-19, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) menjadi tak terelakkan. PT MRT Jakarta pun menyatakan siap ikut andil membantu pemerintah menyelesaikan masalah tersebut. Lewat proyek pembangunan MRT fase II, BUMD itu siap menyerap sebanyak 1.651 pekerja tambahan.

"Kita merupakan bagian dari proses yang sekarang pemerintah mendorong pemulihan ekonomi, jadi pemulihan ekonomi pasca COVID-19 sedang berjalan. Pentingnya proyek ini segera berjalan karena manfaat yang akan dirasakan oleh masyarakat secara langsung, karena ini adalah ekonomi riil, yang akan dihasilkan dari nilai proyek atau nilai investasi yang dibawa oleh MRT Jakarta," ujar Direktur Utama PT MRT Jakarta William P Sabandar dalam konferensi pers di Wisma Nusantara, Jakarta Pusat, Selasa (11/8/2028).

Mereka akan dilibatkan selama proses konstruksi MRT Fase II tersebut dari mulai tenaga konsultan hingga tenaga konstruksi.

"Konsultan dan konstruksi, pekerjaan konstruksi pembangunan proyek MRT ya macam-macam keahlian biasanya keahlian teknis semua umumnya," lanjut dia.

Penyerapan tenaga kerja itu terbagi kepada dua tahap pengerjaan proyek. Untuk tahun ini, PT MRT Jakarta baru bisa menyerap sebanyak 356 tenaga kerja.

"Tahun ini kita menggelontorkan atau akan menyerap sekitar Rp 1,55 triliun itu diproyek yang fase CP201. Yang Rp 1,55 triliun ini ada 356 tenaga kerja yang saat ini secara bertahap mulai mengerjakan proyek ini. Jadi 356 tenaga kerja itu otomatis akan mendapatkan pendapatan dan otomatis dengan itu, kalau dia kepala keluarga dia bisa membiayai kehidupan keluarganya," tambahnya.

Selain itu, dana tersebut juga akan digunakan untuk pembayaran uang muka kontraktor, pembayaran uang muka Tunnel Boring Machine, pembayaran konsultan, pekerjaan traffic deking, pembelian material hingga pembangunan halte TransJakarta sementara.

Kemudian tahun 2021, seiring nilai proyek yang semakin meningkat yakni mencapai Rp 3,59 triliun maka akan ada penambahan jumlah tenaga kerja hingga pengerjaan proyek.

"Rp 3,59 triliun ini untuk apa, ini akan bertambah tenaga kerjanya 1.295 tenaga kerja yang akan kita tambah," sambungnya.

Sisa dananya kemudian akan dipakai untuk memulai pengerjaan-pengerjaan ekskavasi arkeologi, pengerjaan guide wall, pengerjaan D-wall dan launching tanah bawah mesin (TBM).



Simak Video "Akibat Corona, Proyek MRT Bundaran HI-Harmoni Molor"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)