Proyeknya Disebut Bikin Tol Banjir, KCIC: Curah Hujan Deras

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 13 Agu 2020 08:22 WIB
Proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung terus dikebut. Pembangunannya pun tetap berlangsung meski di tengah pandemi COVID-19.
Foto: Wisma Putra
Jakarta -

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung kembali menjadi sorotan karena disebut menjadi biang kerok banjir di tol. Pihaknya buka suara terkait banjir yang menggenangi tol Purbaleunyi di kilometer (km) 130.

Corporate Secretary PT KCIC Mirza Soraya mengatakan peristiwa tersebut terjadi akibat curah hujan yang cukup deras, sehingga terjadi peningkatan volume air pada saat berlangsungnya pekerjaan relokasi tanggul penahan air pada kawasan tersebut.

"Sehubungan dengan terjadinya genangan air setinggi 30 cm di Tol Purbaleunyi km 130 pada Rabu (12/8) sore, dengan ini Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung menyampaikan bahwa peristiwa tersebut terjadi sebagai akibat curah hujan yang cukup deras," katanya melalui keterangan resmi, Kamis (13/8/2020).

Selanjutnya CREC selaku kontraktor proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan melakukan langkah antisipasi untuk mengembalikan kondisi normal seperti membuat bukaan (shortcut) untuk mengurangi level air yang menggenang dan melakukan pemompaan sisa air yang terjebak di daerah cekungan di kawasan tersebut.

"Pada jam 20.30 WIB (12/8) kondisi genangan telah surut dan lalu lintas kendaraan sudah berjalan normal," sebutnya.

Pihak Kereta Cepat Jakarta-Bandung juga terus berkoordinasi dengan PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan Bina Marga untuk mengatasi genangan air tersebut.

Pihaknya meminta maaf atas ketidaknyamanan yang harus dirasakan pengguna jalan. Dipastikan pembangunan tanggul untuk mencegah banjir akan diselesaikan dalam pekan ini.

"PT KCIC memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan kepada pengguna jalan dan memastikan pihak kontraktor akan menyelesaikan proses pembangunan tanggul dalam pekan ini. Jasa Marga dan KCIC terus memantau dan memastikan metode kerja kontraktor sesuai dengan mengikuti standar yang berlaku," katanya.



Simak Video "Selain Tegalluar, Proyek Kereta Cepat Masih Berjalan di Purwakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)