Bandara I Gusti Ngurah Rai Bakal Jadi Super Hub

Vadhia Lidyana - detikFinance
Jumat, 14 Agu 2020 18:53 WIB
Hari ini umat Hindu seantero Bali merayakan Hari Raya Nyepi, seluruh aktifitas dihentikan dan jalanan menjadi lengang. Tak terkecuali di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.
Foto: Aditya Mardiastuti
Jakarta -

Pemerintah akan mengembangkan bandar udara (bandara) I Gusti Ngurah Rai Bali menjadi bandara super hub yang bisa menampung 50 juta penumpang.

"Jadi seperti diketahui Bali ini akan kita besarkan, tidak tanggung-tanggung, yang saat ini kapasitasnya hanya 35-37 juta, ke depan akan kita kembangkan sampai dengan mencapai 50 juta," ungkap Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto dalam webinar Kemenhub, Jumat (14/8/2020).

Selain itu, bandara super hub Bali ini juga akan terhubung dengan 5 benua untuk melebarkan konektivitas bagi para wisatawan mancanegara (wisman).

"Di dalam mengkoneksikan pariwisata ini, tentu saja Bali akan terkoneksi dengan 5 daerah besar, baik itu Australia, Afrika, Eropa, Asia yang di sebelah utara, maupun sampai ke Amerika Selatan," terang Novie.

Tak hanya itu, bandara I Gusti Ngurah Rai ini juga akan dikembangkan sebagai super hub logistik.

"Fungsi super hub di Bali, baik itu fungsi pariwisata, maupun untuk logistik bisa kita lakukan. Kita tahu dengan banyaknya pariwisata maka akan terjadi juga banyak logistik yang datang ke situ, baik komoditas kerajinan dan sebagainya, ini semua akan kita support," jelas dia.

Ia mengatakan, saat ini pemerintah sedang melakukan studi dalam pengembangan bandara I Gusti Ngurah Rai sebagai super hub tersebut.

"Sesuai arahan Bapak Presiden kita akan studi dengan detail bagaimana bisa catch up dengan kepentingan kita untuk hari ini maupun ke depan sampai dengan 2040," tutup Novie.



Simak Video "Imbas Pelarangan Mudik, Bandara Ngurah Rai Bali Sepi"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)