Wamen BUMN Ungkap Pembangunan Tol Sumatera Molor Karena COVID

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 16 Sep 2020 15:38 WIB
Tol Indralaya-Palembang 22 kilometer dibangun di atas rawa. Ini lho penampakan tol yang merupakan salah satu ruas Tol Trans Sumatera ini.
Foto: Istimewa/Hutama Karya
Jakarta -

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (Wamen BUMN), Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan pengerjaan pembangunan jalan tol Trans Sumatera bakal molor satu sampai dua tahun dari target.

Tol Trans Sumatera sepanjang 2.974 km ditarget selesai pada 2024. Koridor utama pembangunannya sepanjang 2.046 km dan koridor pendukung 928 km.

"Untuk Trans Sumatera memang saat ini ada beberapa ruas yang perlu kita selesaikan untuk 11 ruas utama. Diharapkan backbone-nya bisa tercapai pada 2024 atau mungkin terlambat 1-2 tahun," kata pria yang akrab disapa Tiko dalam acara HSBC Economic Forum, Rabu (16/9/2020).

Salah satu penyebab yang membuat pengerjaan proyek jalan tol Trans Sumatera molor, dikatakan Tiko salah satunya COVID-19.

"Karena kondisi COVID-19 yang memang tekanan keuangan yang berat pada pengembangannya yaitu HK (Hutama Karya)," ujarnya.

Meski begitu, Mantan Direktur Utama Bank Mandiri ini mengatakan Kementerian BUMN tetap fokus menyelesaikan 11 ruas utama yang sudah menjadi komitmen. Menurut dia, pembangunan jalan tol Trans Sumatera sudah berdampak positif khususnya pada sektor logistik.

"Saat ini konektivitas antara Bakauheni sampai Palembang sudah terjadi. Kalau kita lihat traffic penyeberangan dari Jawa ke Sumatera dan kemudian menggunakan logistik darat sampai ke Palembang sudah meningkat signifikan sekali," katanya.

Sementara untuk jalan tol Trans Jawa, Tiko mengatakan sudah hampir terealisasi penuh. Pengerjaannya tinggal menyisakan di ujung Pulau Jawa bagian timur khususnya Probolinggo sampai Banyuwangi.

"Di berbagai program yang kita jalankan cukup luas dan mencakup berbagai aspek, saya rasa yang cukup signifikan adalah pembangunan 2 tol backbone, Trans Sumatera dan Trans Jawa," ungkapnya.

(hek/fdl)