Proyek Tol Trans Sumatera Terancam Molor 2 Tahun

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 17 Sep 2020 08:00 WIB
Foto udara pembangunan konstruksi ruas jalan tol  Padang-Sicincin di Jl Bypass KM 25, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat, Jumat (19/6/2020). PT Hutama Karya (Persero) terus mengebut pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS), salah satunya yakni Ruas Pekanbaru-Padang Seksi 1 (Padang-Sicincin/Pacin) sepanjang 36 kilometer, dengan lahan yang sudah dibebaskan dan dikerjakan sejauh 4,2 kilometer, sedangkan sisanya masih diproses di BPN. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/wsj.
Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejak memimpin Indonesia selalu memprioritaskan pembangunan infrastruktur, salah satunya jalan tol. Tujuan percepatan pembangunan agar setiap daerah terintegrasi dengan baik.

Saat ini pemerintah sedang mengejar pembangunan dua jalan tol besar, yaitu Trans Jawa dan Trans Sumatera. Kedua proyek jalan tol ini sangat berdampak pada sistem logistik nasional.

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (Wamen BUMN), Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan pengerjaan pembangunan jalan Tol Trans Sumatera bakal molor satu sampai dua tahun dari target.

Tol Trans Sumatera sepanjang 2.974 km ditarget selesai pada 2024. Koridor utama pembangunannya sepanjang 2.046 km dan koridor pendukung 928 km.

"Untuk Trans Sumatera memang saat ini ada beberapa ruas yang perlu kita selesaikan untuk 11 ruas utama. Diharapkan backbone-nya bisa tercapai pada 2024 atau mungkin terlambat 1-2 tahun," kata pria yang akrab disapa Tiko dalam acara HSBC Economic Forum, Rabu (16/9/2020).

Salah satu penyebab yang membuat pengerjaan proyek jalan tol Trans Sumatera molor, dikatakan Tiko salah satunya COVID-19.

"Karena kondisi COVID-19 yang memang tekanan keuangan yang berat pada pengembangannya yaitu HK (Hutama Karya)," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2