Ganti Rugi Lahan Tol Yogyakarta-Solo Cair Desember

Achmad Syauqi - detikFinance
Senin, 21 Sep 2020 19:15 WIB
Rakor pengadaan tanah jalan tol Jogyakarta-Solo di Pemkab Klaten
Foto: Achmad Syauqi/detikcom: Rakor pengadaan tanah jalan tol Jogyakarta-Solo di Pemkab Klaten
Klaten -

Pembayaran ganti rugi pembebasan lahan untuk proyek jalan tol Yogyakarta-Solo di Klaten direncanakan mulai Desember 2020. Sementara, pembebasan lahan ditargetkan selesai Juni 2021.

"Pembebasan lahan untuk wilayah Klaten harus clear pada bulan Juni 2021. Sedangkan untuk pembayaran kepada masyarakat kepenginnya saya mulai bulan Desember 2020 ini," ungkap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksana Jalan Bebas Hambatan Tol Jogyakarta-Solo, Wijayanto pada wartawan saat rakor di Pemkab Klaten, Senin (21/9/2020) siang.

Wijayanto menjelaskan saat ini persiapan pembebasan lahan sudah mulai dilakukan. Di Kabupaten Karanganyar ada 20 bidang siap pembayaran, Boyolali sudah inventarisasi bangunan -tanaman dan Klaten masuk pra.

" Klaten sudah mulai pra, kemarin pengukuran sudah sampai di 10 desa. Tahap penghitungan tanah dan bangunan sudah mulai dikerjakan tapi finalnya jika sudah ada surat pendelegasian dari BPN ke Pemkab Klaten," sambung Wijayanto.

Kendala di lapangan, terang Wijayanto tidak ada selama sosialisasi ke masyarakat. PPK hanya tetap mengendalikan ritme di tengah sosialisasi dan pandemi.

Bagi warga yang belum menyelesaikan alas hak tanah, kata Wijayanto, diminta segera menyelesaikan. Misalnya transaksi jual beli yang belum selesai segera diselesaikan.

Dalam pembayaran dan pembebasan lahan tidak menggunakan NJOP, namun menggunakan dasar bidang per bidang.

"Sekarang tidak ada NJOP tapi bidang per bidang. Dan setahu saya ganti rugi tapi selama ini tidak ada yang merugi," ucap Wijayanto.

Langsung klik halaman selanjutnya.

Proyek tol tersebut, tegas Wijayanto bisa mulai bulan Oktober jika pembebasan di wilayah Kabupaten Karanganyar selesai. Nantinya dimulai dari ruas Kartasura.

"Kalau awal Oktober sudah selesai pembebasan di Karanganyar, Minggu keempat bulan Oktober sudah mulai bisa pencanangan. Untuk Klaten fisiknya diharapkan mulai bulan Januari- Februari 2021," imbuh Wijayanto.

Kepala Kantor BPN Klaten Agung Taufik Hidayat mengatakan sudah melaksanakan persiapan. Termasuk menyusun rencana kerja.

"Sambil menunggu penugasan, kita sudah persiapan dengan menyusun rencana kerja. Juga telah koordinasi dengan dinas terkait baik Dinas Pertanian, Dinas Permasdes dan lainnya," jelas Agung.

Sekda Kabupaten Klaten, Jaka Sawaldi mengatakan Klaten merupakan wilayah yang paling banyak dilintasi. Mestinya Klaten juga disebut.

"Pengadaan tanah mestinya jajan tol Solo-Klaten-Yogya. Klaten mestinya juga harus disebut sebab proyek ini proyek strategis nasional," ungkap Jaka Sawaldi.

(hns/hns)