Proyek Tol Dalam Kota: Makan Korban Jiwa hingga Dicolek Hotman Paris

Anisa Indraini - detikFinance
Minggu, 11 Okt 2020 22:33 WIB
Pembangunan Tol Pulo Gebang-Kelapa Gading terus dikebut pengerjaannya. Para pekerja pun tampak sibuk menyelesaikan proyek jalan tol tersebut.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Pengacara Hotman Paris Hutapea menyampaikan kekesalan atas proyek Kelapa Gading-Pulo gebang yang tak kunjung usai. Menurutnya, lingkungan dan ruko di sekitar sudah rusak akibat proyek yang terlalu lama tersebut.

"Masyarakat sengsara nih rukonya pada halamannya semuanya rusak nih. Bertahun-tahun ini jalan tol yang melewati Kelapa Gading nggak selesai-selesai, bagaimana masa jalan tol terpendek begini sudah bertahun-tahun. Lihat tuh semua ruko orang halamannya sudah sebagian dipakai untuk fasilitas jalan tolnya tapi bertahun-tahun nggak selesai," ucapnya dalam Instagram @hotmanparisofficial yang dikutip detikcom, Minggu (11/10/2020).

Berdasarkan catatan detikcom, pembangunan tol Kelapa Gading-Pulo Gebang sudah dimulai sejak 2017. Proyek tersebut membentang sepanjang 9,3 kilometer (km).

Namun hingga kini, proyek tersebut belum juga rampung. Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, Danang Parikesit mengatakan progres terkini pembangunan tol tersebut mencapai 70% dan diharapkan bisa selesai pada kuartal II-2021.

"Progres per hari ini 70% dan kita confident Q2-2021 bisa selesai untuk Kelapa Gading-Pulo Gebang," kata Danang kepada detikcom, Minggu (11/10/2020).

Tol Kelapa Gading-Pulo Gebang merupakan bagian dari pembangunan enam ruas jalan tol dalam kota (dalkot) Jakarta. Sedangkan ruas lainnya yakni Semanan-Sunter, Duri Pulo-Kampung Melayu, Kemayoran-Kampung Melayu, hingga kemudian akan dilanjutkan ke Ulujami-Tanah Abang dan Pasar Minggu-Casablanca.

Secara keseluruhan, total panjang enam ruas tol dalam kota adalah 69,7 km yang berbentuk melayang (elevated) dengan nilai investasi Rp 41,17 triliun.

Saat ini, pengerjaan proyek di 6 ruas tol dalkot sedang disetop sementara. Keputusan itu diambil setelah terjadi kecelakaan yang telah menewaskan seorang pekerja di lokasi tersebut.

Belum diketahui sampai kapan proyek tersebut akan dihentikan. Danang menyebut proyek baru bisa dilanjutkan setelah mendapat persetujuan dari Komite Keselamatan Konstruksi (Komite K2) terkait langkah kerja termasuk standar Operasional Prosedur (SOP) pengendalian dan pengawasan oleh kontraktor pelaksana dan konsultan supervisi.

"Menunggu rekomendasi Komite K2," tuturnya.

(dna/dna)