2 Proyek Baru Brantas Abipraya: Fly Over Ganefo & Permukiman Pombewe

Yudistira Imandiar - detikFinance
Senin, 12 Okt 2020 13:44 WIB
PT Brantas Abipraya (Persero) mendapatkan dua kontrak baru di bidang infrastruktur.
Foto: Dok. Brantas Abipraya
Jakarta -

PT Brantas Abipraya (Persero) mendapatkan dua kontrak baru di bidang infrastruktur. Kedua proyek baru itu, antara lain Pembangunan Flyover Ganefo (Mranggen) Ruas Semarang-Godong di Kabupaten Demak, Jawa Tengah dan pembangunan infrastruktur permukiman kawasan Pombewe, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

"Salah satu proyek, Fly Over Ganefo Mranggen ruas Semarang-Godong resmi kami tandatangani di Kantor Pemprov Jawa Tengah disaksikan Bapak Ganjar (29/9). Sesuai arahan Pak Ganjar, dalam pengerjaannya pun kami akan melibatkan masyarakat setempat untuk turut bekerja bergotong-royong menyelesaikan jembatan layang ini," papar General Manager Divisi Operasi 3 PT Brantas Abipraya (Persero) Dody Perbawanto dalam keterangan tertulis, Senin (12/9/2020).

Dody menerangkan, pihaknya melibatkan warga setempat dalam pengerjaan proyek. Cara tersebut diharapkan bisa membantu memberikan pemasukan bagi masyarakat sehingga dapat menyokong perekonomian mereka.

Proyek fly over Ganefo Mranggen yang ditargetkan selesai pada 6 Maret 2022 ini, akan dibangun melintang di atas perlintasan kereta api sepanjang 800 meter dengan lebar fly over 13,5 meter.

Sementara itu, dijelaskan Dody, kontrak pembangunan infrastruktur permukiman kawasan Pombewe Kecamatan Sigi Biromaru ditandatangi pada 6 Oktober lalu. Proyek ini akan dikerjakan selama 8 bulan dan direncanakan rampung pada Juni 2021. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat menunjang produktivitas warga Sulawesi Tengah khususnya Kabupaten Sigi.

Sebagai perwujudan budaya BUMN Akhlak, lanjut Dody, pengerjaan dua proyek baru ini didasari dengan nilai-nilai baik, antara lain amanah, yakni berpegang teguh pada kepercayaan yang telah diberikan, fokus menyelesaikan dengan mengutamakan mutu, memperhatikan kualitas infrastruktur, serta memberlakukan K3 dengan optimal. Berikutnya nilai kompeten, yaitu dengan menugaskan Insan Abipraya yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya.

Di samping itu, lanjut Dody, nilai harmonis juga diterapkan, dalam bentuk gotong-royong, saling peduli, dan menghargai perbedaan. Tak hanya itu, Dody menegaskan budaya loyal selalu tertanam pada Insan Abipraya, hal itu dicerminkan lewat dedikasi tinggi untuk bangsa dan negara.

"Kami pun terus berinovasi dalam teknologi konstruksi untuk menghasilkan mutu dan kualitas karya konstruksi kami yang kokoh serta berkualitas. Ini merupakan nilai budaya BUMN, adaptif. Tiap pengerjaan konstruksi di mana pun berada, kami juga selalu mengajak masyarakat setempat turut berpartisipasi dalam penyelesaian proyek sebagai bukti nilai budaya BUMN, Kolaboratif," urai Dody.

(akn/hns)