4 Fakta Proyek Tol Dalkot yang Dicolek Hotman Paris

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 12 Okt 2020 17:30 WIB
Sejumlah ruas tol akan mengalami penyesuaian tarif. Diketahui sudah ada 21 Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang ajukan penyesuaian tarif tersebut.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Proyek ruas Tol Dalam Kota (Dalkot) rute Kelapa Gading yang tak kunjung usai disentil oleh Pengacara Hotman Paris Hutapea. Dirinya menyinggung nama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

Pengacara kondang itu mengungkapkan kekesalannya melalui video singkat yang dia posting di Instagram resminya, @hotmanparisofficial. Nah, berikut fakta-fakta kesalnya Hotman Paris soal proyek jalan bebas hambatan tersebut:

1. Proyek Tak Kunjung Rampung

Dirinya heran proyek tol tersebut tak kunjung rampung. Padahal, jalan bebas hambatan tersebut terbilang pendek, namun sudah bertahun-tahun tak kunjung selesai.

"Bapak Menteri PU ini jalan tol terpendek di dunia, di Kelapa Gading Permai tapi nggak selesai-selesai. Ini tanggung jawab siapa ini Bapak Menteri PUPR, katanya ini tanggung jawab Menteri PUPR benar nggak pak? Kasihan rakyat ni jalan tol terpendek (tapi nggak selesai-selesai)," kata Hotman dikutip detikcom.

2. Bikin Warga Sengsara

Menurut Hotman, proyek yang lama tersebut berdampak kepada masyarakat sekitar dan pengguna jalan. Ruko dan halaman di sekitar disebut sudah rusak akibat proyek tol Kelapa Gading-Pulo Gebang itu.

"Masyarakat sengsara nih rukonya pada halamannya semuanya rusak nih. Bertahun-tahun ini jalan tol yang melewati Kelapa Gading nggak selesai-selesai, bagaimana masa jalan tol terpendek begini sudah bertahun-tahun. Lihat tuh semua ruko orang halamannya sudah sebagian dipakai untuk fasilitas jalan tolnya tapi bertahun-tahun nggak selesai," ucapnya.

3. Proses Pembangunan Sulit

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, Danang Parikesit mengatakan tingkat kesulitan proyek di wilayah perkotaan seperti tol Kelapa Gading-Pulo Gebang memang tinggi. Pasalnya, banyak bangunan di sekitar sehingga butuh kehati-hatian ekstra.

"Tingkat kesulitan proyek di wilayah perkotaan memang tinggi. Hampir semua proyek infrastruktur di perkotaan harus hati-hati dan prudent (karena) banyak bangunan baik gedung perkantoran, perumahan, utilitas baik yang di atas maupun bawah tanah," kata Danang kepada detikcom, Minggu (11/10/2020).

4. Rampung Pertengahan 2021

Danang menyebut progres terkini pembangunan tol Kelapa Gading-Pulo Gebang mencapai 70%. Diharapkan pada kuartal II-2021 bisa selesai.

"Progres per hari ini 70% dan kita confident Q2-2021 bisa selesai untuk Kelapa Gading-Pulo Gebang," ucapnya.

(toy/fdl)