Progres Terkini Pembebasan Lahan Proyek Kereta Trans Sulawesi

Muhammad Bakrie - detikFinance
Kamis, 15 Okt 2020 16:12 WIB
Kereta Trans Sulawesi
Foto: Eduardo Simorangkir
Makassar -

Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) memastikan pembebasan lahan proyek jalur kereta Trans Sulawesi di empat Kabupaten/Kota berjalan relatif lancar. Nilai ganti rugi yang diberikan ke pemilik lahan ada yang mencapai tiga kali lipat dari Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang berlaku di wilayah tersebut.

"Pengadaan tanah ini relatif mulus, ganti rugi yang diberikan itu ganti untung bisa sampai tiga kali NJOP. Masyarakat kan kepotong sedikit-sedikit, ini kita cuma ambil 50 meter untuk dua rel," kata Wakil Menteri ATR/BPN, Surya Tjandra saat berkunjung di sejumlah titik proyek rel kereta api, Rabu (14/10/2020).

Menurut Surya, capaian proyek pembangunan jalur kereta api yang ada di Sulawesi Selatan ini sangat luar biasa dan menjadi tonggak sejarah perkeretaapian di Indonesia. Pasalnya, baru kali ini pemerintah membangun mulai dari nol hingga nantinya selesai.

"Ini adalah pencapaian luar biasa buat kita, karena untuk pertama kalinya, ada pembangunan perkerataapian di Indonesia, itu dimulai dari nol. Mulai dari relnya hingga kereta apinya," lanjutnya.

Ia berharap, agar proyek itu bisa rampung sesuai target dan nantinya, jalur kereta ini akan dilanjutkan sampai ke Bitung, Sulawesi Utara.

"Semoga ini bisa dirampungkan dengan lancar, karena jika rel kereta api yang menghubungkan Trans Sulawesi ini sudah rampung semua, kita lanjut sampai ke Bitung," ujarnya.

Sejauh ini, proyek pembebasan lahan jalur kereta api di sejumlah kabupaten di Sulsel sudah mencapai 50 persen. Bahkan, untuk di Kabupaten Barru, rel kereta api yang sudah terpasang telah mencapai 47 kilometer dan sudah bisa dilalui oleh kereta.

"Kalau progresnya sendiri kita rata-ratakan itu 50 persen lah. Tapi kan memang harus di pisah di tiap Kabupaten. Pangkep itu 70 persen dan Maros 30 persen. Ini karena berpengaruh juga ke konstruksinya. Pangkep itu hampir 40 persen, Maros itu baru 23 persen," kata Kepala Balai Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Timur, Jumardi.

Ditargetkan, akhir tahun 2020 pengadaan lahan di seluruh jalur lintasan kereta api sudah dirampungkan. Seluruh uang pembebasan lahan juga telah dititipkan di pengadilan dan diharapkan agar masyarakat bisa mengambil dengan sadar sesuai hak-haknya yang telah dipenuhi oleh negara.

"Kalau Pangkep itu pertengahan November Insya Allah rampug, Maros Desember. Untuk pembangunan stasiun yang sudah rampung itu di Barru ada lima, terus nanti kita lanjutkan lagi 7 stasiun di Pangkep dan Maros," paparnya.

Diektahui, pembangunan jalur KA Trans Sulawesi Makassar - Parepare memiliki rute sepanjang 142 kilometer dengan 16 stasiun. Proyek yang telah menelan anggaran sebesar Rp 6 Triliun itu dimulai sejak tahun 2014 di tahap awal dan telah masuk pada tahap keempat.

(hns/hns)