Jembatan Teluk Kendari Diresmikan, Jarak 2 Kota Ini Cuma 3 Menit

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 22 Okt 2020 20:45 WIB
Proyek jembatan Teluk Kendari di Sulawesi Tenggara
Foto: Dok. Istimewa/Kementerian PUPR
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini melakukan kunjungan ke Sulawesi Tenggara. Salah satu agendanya meresmikan Jembatan Teluk Kendari.

Proyek ini dikerjakan oleh konsorsium PT PP (Persero) Tbk dan PT Nindya Karya (Persero) dengan nilai kontrak sebesar Rp 800 miliar. Pembangunan Jembatan Teluk Kendari ini dikerjakan dengan masa pelaksanaan selama 5 tahun secara multiyears yang dimulai sejak tahun 2015 sampai dengan 2020 dan memiliki masa pemeliharaan selama 3 tahun.

"Tapi saya yakin lamanya waktu pengerjaan dan besarnya dana yang dibutuhkan untuk membangun jembatan ini akan sebanding dengan manfaat yang akan dirasakan oleh masyarakat," kata Jokowi, Kamis (22/10/2020).

Jembatan Teluk Kendari memiliki total panjang 1.348 meter. Untuk lebarnya terdapat 4 lajur serta median dan trotoar dengan total lebar jembatan 20 meter.

Jembatan dengan tipe cable stayed ini memiliki lingkup pekerjaan konstruksi, antara lain pembangunan jalan pendekat atau oprit, approach span, side span, dan bentang utama atau main span sepanjang 200 meter.

Pembangunan jembatan ini 90% menggunakan material lokal, kecuali cable bearing dan expansion joint.

"Perseroan sangat bangga sekali dapat terus dipercaya oleh Kementerian PUPR untuk membangun Jembatan Teluk Kendari dan menyelesaikan pembangunan tersebut tepat waktu. Perseroan berharap dapat terus berpartisipasi dan diberikan kepercayaan oleh Pemerintah untuk mengerjakan proyek-proyek infrastruktur di seluruh penjuru Indonesia," kata Direktur Utama PTPP Novel Arsyad.

Kehadiran Jembatan Teluk Kendari di Provinsi Sulawesi Tenggara akan berdampak positif bagi pengembangan Kota Kendari terutama di bagian selatan kota. Dengan dibangunannya Jembatan Teluk Kendari tersebut akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat sekitar terutama untuk meningkatkan konektvitas interaksi antar kawasan.

Hal tersebut berguna dalam rangka proses percepatan pengembangan wilayah Kota Kendari. Lalu, dengan adanya jembatan tersebut dapat memangkas waktu tempuh sekitar 30 menit menjadi 3-5 menit dari Kota Lama menuju Kecamatan Poasia.

Dengan dibangunnya jembatan yang menghubungkan teluk tersebut diharapkan dapat menjadi ikon (landmark) baru di Provinsi Sulawesi Selatan. Tidak hanya itu, Jembatan Teluk Kendari juga diharapkan dapat menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia dan dapat memberikan manfaat bagi bangsa Indonesia khususnya masyarakat di Provinsi Sulawesi Tenggara.

"Jembatan yang melintasi Teluk Kendari ini sangat ditunggu kehadirannya oleh masyarakat Sulawesi Tenggara karena akan mempermudah akses masyarakat sekitar yang berada di Kawasan Kota Lama dan Poasia yang selama ini dipisahkan oleh Teluk. Selain mendukung konektivitas dan aksesbilitas, kehadiran jembatan tersebut juga mendukung pengembangan Kawasan Industri Kendari New Port serta dapat menunjang percepatan wisata bahari sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi sekitar dan menciptakan lapangan pekerjaan baru," kata Novel.

(das/eds)