AP I Kebut Pengembangan Bandara, Salah Satunya buat Dukung MotoGP

Zulfi Suhendra - detikFinance
Kamis, 29 Okt 2020 22:00 WIB
Bandara Lombok
Foto: Harianto Nukman/detikcom
Jakarta -

PT Angkasa Pura I (Persero) akan mengebut proyek pengembangan sejumlah bandara kelolaannya. Salah satu bandara yang akan digarap antara lain adalah Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Terminal penumpang di bandara tersebut akan diperluas menjadi 166.815 meter persegi yang dapat menampung 15 juta penumpang per tahun dari luasan terminal eksisting 51.815 meter persegi dengan kapasitas 7 juta penumpang per tahun.

Selain itu, apron juga akan diperluas menjadi 385.346 meter persegi (kapasitas 53 parking stand) dari luasan eksisting yang hanya 185.500 meter persegi (kapasitas 42 parking stand).

Proyek pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar sudah mulai pekerjaan desain dan perluasan terminal 1 serta apron selatan-timur. Hingga akhir September 2020, progress pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar telah mencapai 55,17 persen dan ditargetkan dapat selesai pada Mei 2021.

Angkasa Pura I juga tengah mengembangkan Bandara Internasional Lombok Praya untuk mendukung pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika yang menjadi lokasi penyelenggaraan MotoGP 2021.

Pengembangan yang dilakukan yaitu perpanjangan landas pacu (runway) dari 2.750 meter menjadi 3.330 meter, perluasan terminal menjadi 40 ribu meter persegi yang dapat menampung 7 juta penumpang per tahun. Hingga 24 Oktober 2020, progress proyek pengembangan Bandara Internasional Lombok mencapai 40% dengan target penyelesaian pada Februari 2021.

Sementara untuk pengembangan Bandara Juanda Surabaya mencakup perluasan Terminal 1 beserta pembenahan interior dan fasilitas penunjangnya, overlay runway 10-28, rekonstruksi apron B Terminal 2, dan perluasan terminal kargo internasional. Perluasan Terminal I menjadi 91.700 meter persegi dari 62.700 meter persegi akan menambah kapasitas Terminal 1 menjadi 13 juta penumpang per tahun dari yang saat ini hanya 7 juta per tahun. Perluasan Terminal I Bandara Juanda ini selesai 100% pada November 2020 ini.

Untuk mendukung pengembangan pariwisata Likupang sebagai salah satu destinasi pariwisata super prioritas, Angkasa Pura I juga mengembangkan Bandara Sam Ratulangi Manado melalui perluasan terminal penumpang menjadi 57.296 meter persegi dari 26.481 meter persegi. Dengan perluasan ini, maka kapasitas terminal tersebut meningkat menjadi 5,7 juta per tahun dibanding sebelumnya yang hanya 2,6 juta per tahun. Hingga 25 Oktober 2020, progress pengembangan Bandara Sam Ratulangi Manado telah mencapai 55% dan ditargetkan dapat selesai pada Desember 2020.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Sedangkan perluasan terminal penumpang Bandara El Tari Kupang telah rampung pada Mei 2020 lalu. Terminal penumpang Bandara El tari Kupang yang sebelumnya hanya dapat menampung 1 juta penumpang per tahun dengan luasan 7.642 meter persegi, kini kapasitasnya bertambah menjadi 2,8 juta penumpang per tahun dengan luasan sebesar 16.400 meter persegi.

"Pengembangan bandara-bandara Angkasa Pura I dilakukan untuk memperluas konektivitas dan meningkatkan kapasitas trafik angkutan udara di wilayah tengah dan timur Indonesia sehingga dapat mendukung arus wisatawan mancanegara ke berbagai wilayah di Indonesia. Pada akhirnya pengembangan juga dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia," kata Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi, dalam keterangannya, Kamis (29/10/2020).

Angkasa Pura I juga berkomitmen dalam berkontribusi terhadap pengembangan dan pemberdayaan masyarakat, salah satunya melalui kolaborasi dengan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memberdayakan dan meningkatkan ekonomi masyarakat melalui Program Kemitraan dengan memberikan pinjaman untuk modal kerja dan berbagai program lainnya.

Sebagai badan usaha yang beroperasi di tengah masyarakat, Angkasa Pura I memiliki kewajiban tanggung jawab sosial terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Komitmen terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan merupakan kunci bagi keberlanjutan bisnis di mana para pemangku kepentingan mendapat manfaat dari keberlangsungan bisnis perusahaan.

"Sumbangsih Angkasa Pura I terhadap bangsa tidak hanya berupa jasa konektivitas udara dan keuntungan ekonomi, melainkan juga peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui Program Kemitraan dan berbagai program sinergi lainnya," ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi.

Sejak Januari hingga April 2020, Angkasa Pura I telah menyalurkan kredit UMKM melalui Program Kemitraan perusahaan sebesar Rp1,82 miliar yang disalurkan ke 28 pelaku UMKM di sektor jasa dan industri beberapa wilayah bandara Angkasa Pura I beroperasi seperti Biak, Balikpapan, Bantul, Kulon Progo, Gunung Kidul, Sleman, Manado, Sukoharjo, Sragen, dan Sidoarjo.

"Penyaluran kredit lunak untuk UMKM ini merupakan wujud komitmen perusahaan untuk berkontribusi terhadap peningkatan perekonomian melalui pemberdayaan pelaku usaha mikro melalui penciptaan pengusaha mandiri dan penyerapan tenaga kerja sehingga terjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujar Faik.

(zlf/ara)