Terungkap! Ini Biang Kerok Operasi LRT Jabodebek Molor ke 2022

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 11 Nov 2020 12:07 WIB
Ilustrasi LRT Jabodebek di pemberhentian terakhir stasiun/pool Cibubur.
LRT Jabodebek/Foto: Tri Aljumanto
Jakarta -

Operasi LRT Jabodebek mundur dari target. Awalnya ditargetkan bisa beroperasi di akhir 2021, namun kini mundur ke pertengahan 2022.

Direktur Utama Adhi Karya Entus Asnawi Mukhson mengungkapkan faktor utama molornya operasi LRT Jabodebek. Hal tersebut adalah pembebasan lahan yang lambat.

Salah satunya terjadi pada lahan proyek di kawasan Dukuh Atas. Tepatnya pada lahan yang akan digunakan untuk pembangunan salah satu jembatan bentang panjang alias longspan pada lintasan LRT Jabodebek.

"Memang, dibandingkan rencana awal ada kemunduran akibat pembebasan tanah dan penetapan lokasi, di lokasi ini nih (Dukuh Atas)," ujar Entus dalam peresmian pengecoran longspan Dukuh Atas yang disiarkan melalui YouTube, Rabu (11/11/2020).

Hari ini pengerjaan longspan LRT Jabodebek di kawan Dukuh Atas telah selesai dilakukan dengan melakukan pengecoran terakhir. Dengan begitu, seluruh lintasan atas pada LRT Jabodebek di tahap I telah tersambung.

Tahap I sendiri terdiri dari tiga lintas pelayanan, lintas pelayanan I Cawang-Cibubur, lintas pelayanan II Cawang-Dukuh Atas, dan lintas pelayanan III Cawang-Bekasi Timur.

"Alhamdulillah seluruh pekerjaan konkret di atas untuk LRT Jabodebek tahap I sudah kita selesaikan," ujar Entus.

Sebelumnya, Direktur Operasi 2 Adhi Karya Pundjung Setya Brata menyatakan proyek LRT Jabodebek diperkirakan mundur ke Juni 2022 dari target awal Desember 2021. Dia menjelaskan mundurnya penyelesaian proyek LRT Jabodebek dipengaruhi oleh pandemi COVID-19 dan molornya pembebasan lahan untuk depo.

"Commercial operating date diharapkan bulan Juni tahun 2022. Ini adalah update terakhir dari pekerjaan LRT," kata Pundjung di Kantor Pusat Adhi Karya, Jakarta Selatan, Kamis (4/6/2020).

(ara/ara)