Membentang 76 Km, Tol Yogya-Bawen Dibangun Mulai Agustus 2021

Soraya Novika - detikFinance
Jumat, 13 Nov 2020 12:39 WIB
Presiden Jokowi meresmikan ruas tol indah, Bawen-Salatiga, Senin (25/9). Jokowi juga sempat menjajal tol  tersebut.
Ilustrasi/Foto: Dok Kementerian PUPR
Jakarta -

Proyek Tol Yogyakarta-Bawen sepanjang 75,82 Km akan dibangun mulai pertengahan 2021 mendatang. Hal itu ditandai dengan penandatanganan perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT), perjanjian penjaminan, dan perjanjian regres terkait pengerjaan proyek tol tersebut.

"Jalan Tol Yogyakarta-Bawen akan mulai konstruksi di tahun 2021 bulan Agustus setelah tanah bebas, mudah-mudahan ini bisa lebih cepat diharapkan selesai dan dapat dioperasikan di kuartal III-2023," ujar Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit membuka prosesi penandatanganan perjanjian kerja sama proyek tersebut di area Marga Utama, kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (13/11/2020).

Proyek ini akan dikerjakan oleh 5 BUMN sekaligus meliputi PT Jasa Marga (Persero) Tbk dengan porsi saham 60%, PT Adhi Karya (Persero) Tbk 12,5%, PT Waskita Karya (Persero) Tbk 12,5%, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk 12,5% dan PT Brantas abipraya (Persero) 2,5%.

Untuk masa pengusahaan jalan tol ditetapkan selama 40 tahun dimulai sejak penerbitan surat perintah kerja.

"Dengan nilai investasi sebesar Rp 14,2 triliun dan diperkirakan internal rate of return itu sebesar 12,48%," imbuhnya.

Adapun proyek jalan tol ini telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional melalui Peraturan Presiden No. 58 tahun 2017 dan ditetapkan pula sebagai Proyek Infrastruktur Prioritas melalui Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian tanggal 31 Agustus 2017 tentang Percepatan Penyiapan Infrastruktur Prioritas.

Sebab percepatan pembangunan proyek ini diyakini dapat mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara menyeluruh terutama daerah di sekitar proyek tol tersebut.

"Dengan dibangunnya jalan Tol Yogyakarta-Bawen, kami mengharapkan peningkatan konektivitas dan ekonomi di Indonesia, khususnya Semarang, Solo dan Yogyakarta dan mendukung kawasan strategis pariwisata super prioritas candi Borobudur bisa terlaksana," kata Danang.

(eds/eds)