Bandara Kertajati Bakal Dilengkapi Hotel cs Senilai Rp 661 M

Yudha Maulana - detikFinance
Selasa, 17 Nov 2020 15:45 WIB
Bandara Kertajati sudah beroperasi sejak beberapa bulan lalu. Yuk lihat dari dekat berbagai sisi bandara ini.
Foto: Rachman Haryanto
Bandung -

PT Jasa dan Kepariwisataan Jawa Barat (Jaswita) bekerja sama dengan PT Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) dan Bank Jabar Banten (BJB) untuk membangun fasilitas hotel bintang tiga hingga lima di kawasan BIJB. Penandatanganan kerja sama dilakukan dalam event West Java Investment Summit (WJIS) 2020.

Direktur Utama PT Jaswita Jabar Deni Nurdayana Hadimin mengatakan, proyek ini untuk mendukung kepariwisataan di sekitar Bandara Kertajati, yang menjadi salah satu sarana transportasi penting dalam Rebana Metropolitan.

"Ketiga perusahaan berkomitmen untuk membangun sarana pendukung bandara yaitu hotel bintang tiga, dengan nilai investasi sebesar Rp 661,9 miliar," ujar Deni Nurdyana Hadimin melalui siaran pers, Selasa (17/11/2020).

"Pembangunan hotel bintang tiga di kawasan Bandar Udara Internasional Jawa Barat sudah menjadi komitmen Jaswita Jabar sejak lama, dan penandatanganan kerjasa manya dengan BIJB," kata Deni menambahkan.

Dalam kerja sama ini, Jaswita akan menjadi pelaksana pembangunan dengan dukungan dana dari BJB dan investor swasta. Sementara itu, BIJB akan menyediakan lahan untuk hotel bintang tiga, bintang lima dan fasilitas pertemuan dan eksibisi (MICE).

Seperti diketahui, saat ini Pemprov Jabar tengah mengembangkan kawasan Rebana Metropolitan yang meliputi tujuh daerah di Jabar. Rebana ini akan menjadi metropolitan ketiga di Tanah Pasundan, setelah metropolitan Bandung Raya dan metropolitan Bodebek.

"Rebana ini akan dibuat lebih suistanable. Akan ada 13 kota baru di sana, salah satunya adalah Subang Smart Metropoitan, dan Grand Rebana City," ujar Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Senin (16/12/2020).

Menurutnya, BIJB akan menjadi pusat konektivitas dan logistik di samping Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang. "Rebana Metropolitan diproyeksikan sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi Jabar di masa depan melalui pengembangan kawasan industri yang terintegrasi, inovatif, kolaboratif, berdaya saing tinggi, serta berkelanjutan," ujar Emil.

(yum/hns)