Balada Tol Trans Sumatera: Sepi, Rawan Begal dan Truk Ugal-ugalan

Tim detikcom - detikFinance
Jumat, 27 Nov 2020 10:00 WIB
Pembangunan Tol Trans Sumatera terus berjalan. Tol ini dibangun dari Lampung hingga Aceh.
Foto: Dok. PT Hutama Karya (Persero)
Jakarta -

Setelah lama menanti, Pulau Sumatera akhirnya punya jalan tol yang menyambungkan semua provinsinya. Sayangnya, Jalan Tol Trans Sumatera ini menyimpan cerita yang kurang enak.

Pasalnya, tol pertama di Sumatera itu kabarnya masih sepi. Alhasil mengundang aksi kejahatan dan tindak kriminal seperti begal dan pelanggaran tata tertib.

Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno mengatakan pihaknya pernah melakukan pantauan lapangan soal kondisi Tol Trans Sumatera.

Menurutnya memang ada beberapa zona yang relatif lebih rawan dari kejahatan. Artinya tak semua ruas Jalan Tol Trans Sumatera rawan dengan kejahatan meski relatif masih sepi.

"Jadi itu hanya di ruas yang selatan saja, yang utara tidak. Di selatan ada dua wilayah yang rawan sekitar Mesuji dan Kayu Agung di daerah rawa-rawa, zona merah lah," kata Djoko kepada CNBC Indonesia, Kamis (26/11).

Ia mengatakan ruas yang dianggap rawan itu memang relatif jauh dari Mesuji dan Kayu Agung, namun beberapa kejadian tindak kejahatan pernah terjadi di area sana.

"Tapi yang namanya orang nekat, rampok mencegat kendaraan, korbannya truk-truk yang lagi istirahat, ada yang menyerang. Ada yang bawa mobil juga rampoknya, modal juga mereka," katanya.

Beberapa kejadian tindak kejahatan pembegalan kendaraan pernah terjadi di sana. Namun, sebaliknya di ruas lain atau sisi utara tak ada persoalan.

"Ini memang masalah sosial di sana, sebagai pembanding tol di Kalimantan juga sepi, tapi malah aman," kata Djoko.

Kok di Jalan Tol Trans Sumatera bisa banyak begal ya? Lihat penjelasan di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Segera Hadir Penghubung Jalan Baru di Aceh"
[Gambas:Video 20detik]