Perhatian! Perlintasan Sebidang Stasiun Palmerah Ditutup 29 November

Hendra Kusuma - detikFinance
Sabtu, 28 Nov 2020 11:36 WIB
Revitalisasi Stasiun Palmerah, Jakarta, telah rampung, Senin (6/7/2015). Revitalisasi stasiun itu menelan biaya Rp 36 miliar. Ini penampakan Stasiun Palmerah setelah direvitalisasi. Hasan Alhabshy/detikcom.
Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta -

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengumumkan rencana penutupan perlintasan sebidang yang berada di Stasiun Palmerah, Jakarta Selatan. Hal itu karena adanya program penataan tahap 2 di Stasiun Palmerah.

Berdasarkan surat Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang didapat detikcom, Sabtu (28/11/2020), penataan tahap 2 di Stasiun Palmerah ini tertuang dalam kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta dan PT Kereta Api (Persero) dan PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta.

Adapun kerjasama tersebut tentang penataan kawasan stasiun PT Kereta Api Indonesia secara terintegrasi di wilayah Provinsi DKI Jakarta melalui rencana aksi jangka pendek (quick win).

Surat yang diteken oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Syafrin Liputo ini menyampaikan tiga poin penting, yaitu:

1. Untuk mendukung pelaksanaan program penataan stasiun tahap 2 di Stasiun Palmerah dan dalam rangka peningkatan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan, Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan melaksanakan penutupan perlintasan sebidang kereta api JPL 43 Jalan Gelora Jakarta Selatan (Stasiun Palmerah).

2. Pelaksanaan penutupan perlintasan sebidang kereta api sebagaimana disebutkan dalam butir 1 (satu) di atas akan mulai diberlakukan pada tanggal 29 November sebagaimana timeline pelaksanaan terlampir.

3. Terhadap pelaksanaan penutupan perlintasan sebidang tersebut, Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta akan memberlakukan manajemen rekayasa lalu lintas di sekitar kawasan Stasiun Palmerah, khususnya untuk mengarahkan pengguna jalan dari arah Jalan Gelora yang menuju Pasar Palmerah dan/atau Jalan S. Parman.

(hek/eds)