Nggak Cuma di Trans Sumatera, di Tol Merak Juga Rawan Begal

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 30 Nov 2020 11:37 WIB
Tol merak banten
Ilustrasi/Foto: Bahtiar Rifai/detikcom
Jakarta -

Pengusaha truk mengungkapkan para sopirnya sering terkena tindak kejahatan di rest area tol Trans Sumatera. Kejahatan yang terjadi berupa tindak pemalakan.

Bahkan, menurut Ketum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Gemilang Tarigan mengaku tindak pemalakan memang seringkali terjadi di rest area, bukan cuma di jalan tol Trans Sumatera saja.

Beberapa rest area pada jalan tol yang sudah lama beroperasi pun sering terjadi pemalakan. Paling parah di rest area tol Merak, bahkan hingga berujung perampokan.

"Kita gini ya, biasanya di rest area terjadi kejahatan sering sekali, bahkan di tol lama juga. Di Merak tuh sering juga terjadi di rest area, dulu malah ada yang dirampok," kata Gemilang kepada detikcom, Senin (30/11/2020).

Dia mengungkapkan selama ini truk memang rawan menghadapi tindak kejahatan. Pasalnya, barang-barang yang dibawa cukup berharga, di sisi lain biasanya cuma ada dua kru di setiap kru yang mengoperasikan truk sekaligus mengawasi keamanan barangnya.

"Kan truk ini muatannya cukup mahal ya, tapi diawasi cuma dua orang di sana," ujar Gemilang.

Gemilang menilai memang selama ini keamanan di rest area yang ada di jalan tol masih kurang. Dia meminta operator jalan tol meningkatkan pengamanan di rest area.

"Iya benar sekali kurang. Kan di dalam rest area ini tidak hanya terbatas orang bawa mobil saja. Mestinya keamanan di situ kenal dan tahu lah mana yang berniat jahat, harusnya itu dipantau. Belum lagi ada CCTV kan. Jadi ini ada keamanan tapi memang kurang sekali," jelas Gemilang.

Apalagi di rest area tol Trans Sumatera, yang menurutnya memang banyak sekali yang rest area-nya belum permanen.

"Rest area di sini (Tol Trans Sumatera) kan darurat, belum permanen, jadi makin rawan," kata Gemilang.

(eds/eds)

Tag Terpopuler